​Tentang Bersendiri

Sudah tiga tahun saya bersendiri, dalam sepetak kamar kos ukuran tiga kali tiga meter. Ukuran yang cukup untuk beristirahat, menumpuk barang, dan beraktivitas pribadi.

Di luar cerita umum seputar nasib anak kos (termasuk hubungan gelap dengan mie instan dan lauk dalam kaleng), ada beberapa hal yang jadi pengalaman baru ketika bersendiri. Tiga di antaranya:

1) Betapa Gaduhnya Sepi

Pada malam-malam pertama bersendiri, saya tercekat dengan betapa gaduhnya sepi. Kamar kecil tanpa dengung AC, tanpa nada baling-baling kipas angin, tanpa alunan musik di radio, apalagi riuh suara-suara di TV. Hanya ada suara statis yang dihasilkan sepi. Saya kesulitan memejamkan mata tanpa suara-suara latar yang sebelumnya selalu menemani.

Saking tidak nyamannya, saya segera menebus kipas angin dari toko swalayan ke kamar, demi menciptakan suara latar (dan demi sirkulasi udara, tentunya); demi membungkam gaduhnya sepi.

Namun, seiring waktu saya mulai mengenal dan memahami suara sepi. Matikan kipas angin dan radio, dan dengarkan suara-suara yang dihantarkan sepi. White noise. Detak jam tangan yang berpacu dengan jam meja. Napas. Suara kasur yang mengikuti gerak tubuh. Dengung kabel soket listrik. Kadang gonggong anjing di kejauhan. Kadang gesekan kaki atau sayap kecoa di sudut ruang. Dan yang selalu ada: dialog internal.

2) Konmari, Bahkan Sebelum Konmari

Sebelum netizen latah merapalkan metode Konmari khususnya di Pinterest, percayalah… di antara teman-teman kamu pasti ada orang yang menikmati berbenah dengan metodenya sendiri. (Kalau tidak ada, mungkin kamulah orangnya.) Orang-orang ini sering kali dituduh OCD, padahal OCD itu kondisi yang lebih dari sekadar suka berbenah.

Saya menikmati berbenah. Saya menantikan hari-hari khusus seperti libur Lebaran, libur Natal, atau pindahan karena adanya peluang berbenah. Atau, saya berbenah kalau sedang bad mood — for the sake of lifting the mood. Dan saya punya metode sendiri. Tidak perlu saya jabarkan ya. Yang pasti sejak bersendiri saya jadi lebih sering berbenah. Maklum, dengan ruang sekecil itu saya terpaksa pintar mengelola penempatan barang. (Tapi ah, semua barang itu fana.)

Salah satu efek samping senang berbenah adalah..  senang (membayangkan) membeli produk storage. Tiap kali berhadapan dengan setumpuk pilihan produk storage di AceHardware, Ikea atau Muji, sesi internal brainstorm dimulai. Kayanya rak ini cocok buat nyimpan buku-buku. Kayanya gue butuh kontainer ini buat nyimpan memento. Kayanya kotak ini lucu buat nyimpen perintilan gambar. Aduh aduh aduh mau beli semuanya!

Tinggal bersendiri juga jadi kemewahan buat kesenangan berbenah itu, karena saya tidak sedang berbagai ruang dengan siapapun. Otoritas dan wilayah yurisdiksi saya penuh. Tidak ada tangan yang mengganggu proses berbenah. Tidak ada mata yang mengugat rak, kontainer dan kotak-kotak penyimpanan pilihan. Myyyyy preeeeciousssss.

3) Jika Begini Maka Begitu

Hidup bersendiri ada kalanya cukup menantang. Menantang berimprovisasi, tepatnya. Kalau kondisi fisik mendadak turun dan gak ada nyokap yang punya tangan ajaib–sekali usap langsung sembuh. Kalau langit sudah gelap lalu listrik mati. Kalau teman-teman sibuk dengan kegiatan masing-masing di akhir pekan padahal saya sedang ingin bersama. Dan kondisi-kondisi lainnya yang memaksa saya sedikit kreatif.

Dua kondisi pertama sih cukup mudah diatasi, dengan stok obat dan lampu darurat. Kondisi terakhir cukup menantang saya untuk sedikit kreatif, untuk menemukan kebersamaan dalam kesendirian. Biasanya sih saya berlari ke fiksi dalam bentuk buku atau film; pada dua bentuk itu saya mendapat teman-teman alternatif. Atau kalau lagi punya cukup energi untuk bersosialisasi, saya bisa datang ke acara-acara atau sekadar menyatu dengan kerumunan manusia. Atau saya selalu bisa kembali ke zona aman bernama rumah.

Sudah tiga tahun saya bersendiri, dalam sepetak kamar kos ukuran tiga kali tiga meter. Waktu yang cukup untuk mengenal diri, mendengar suara sendiri, dan merasa nyaman bersendiri… dengan lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles