2016 Year in Review: It Feels Natural

Jumat lalu saya sempat bilang ingin ngeblog, merangkum tahun 2016 dalam satu posting. Tidak terjadi. Saya memilih YouTube hoping, dari satu video ke video lainnya. I just didn’t have the words.

Sekarang, dalam perjalanan kembali ke kost, saya teringat satu kalimat yang berulang di dalam benak tiap kali saya mengalami hal baru di tahun lalu: It feels natural.

Ya. Sebagian besar hal yang terjadi secara aktif–yang berdasarkan pilihan saya–dan yang terjadi secara pasif–yang tak terelakkan– terasa wajar. Semua kesenangan, kekhawatiran, kegundahan, kenikmatan, hal-hal yang sebelumnya asing di indera,… semua pengalaman terasa wajar; sudah layak dan sepantasnya begitu.

Di suatu sudut di kepala saya terdengar suara, “Mungkin lo lebih nrimo.” Di sudut lain ada suara lain, “Atau lo emang gak punya ekspektasi apa-apa.” Saya biarkan suara-suara mereka lenyap ditelan alunan lagu dari radio yang tiba-tiba mengambil alih ruang dengar saya.

So, what’s next, 2017?

One comment

  1. Aku bingung kalau merangkum selama 2016 kemarin. Kayaknya random, dan yang pasti makin jarang ngeblog. Begitupun di sosmed. Aku terlalu pasif kayaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles