7 Hal Tentang Diet (Mayo)

Beberapa waktu lalu, saya dan beberapa teman janjian untuk menjalani program diet (Mayo) bersama. Bersama, walaupun tujuan masing-masing belum tentu sama. Bersama, supaya bisa saling menjaga.

Berikut adalah 7 hal yang saya dapatkan selama menjalani program diet (Mayo):

1) Dari 5 Ke 13

Ada informasi yang hilang saat diet Mayo, yaitu program diet yang digagas Mayo Clinic, diterjemahkan menjadi program mengatur pola makan tanpa (atau dengan sangat sedikit) garam selama 13 hari.

Informasi di website Mayo Clinic tidak secara spesifik mendefinisikan diet dengan pola seperti itu, melainkan memaparkan diet dalam 5 kebiasaan sehat, yang lebih sesuai dengan asal kata diet itu sendiri — a way of life.

2) Commentators Gonna Comment

Seorang teman yang sudah menjalani program diet (Mayo) bilang kalau tiga hari pertama akan jadi tiga hari terberat. Dan benar saja. Tiga hari pertama memang berat untuk dijalani, karena badan menyesuaikan diri dengan pola makan baru; menahan hasrat untuk ngemil. Tapi hari-hari berikutnya pun sama berat, karena menahan hasrat membungkam mulut orang-orang di sekitar yang senang berkomentar tentang pilihan saya menjalani diet (Mayo) ini.

“Ngapain sih diet segala?”

(Saat saya tawari buah) “Gak usah deh ajak-ajak gue ikutan diet-diet lo.”

(Melihat kiriman katering menu diet tiba) “Kok mau sih bayar buat makanan begitu?”

(Melihat saya cheating ngemil kacang) “Loh kok… bukannya lo lagi diet?”

Begini loh bapak ibu sekalian. Keputusan untuk “membajak” tubuh saya sendiri, membeli katering menu diet dengan uang saya sendiri, bahkan melanggar aturan yang saya buat dengan diri sendiri adalah keputusan saya pribadi; saya bertanggung jawab penuh atas keputusan saya itu. Jadi kamu — iya kamu yang senang banget berkomentar atas urusan badan orang lain — gak punya suara dalam keputusan ini, karena badan saya ini milik saya sepenuhnya.

3) Lebih Dari Sekadar Menurunkan Berat Badan

FAQ: “Udah turun berapa kilo?”

Jawaban pendek: Cuma dua kilo.

Jawaban panjang: Cuma dua kilo. Dan hormon estrogen yang lebih seimbang dan berbahagia.

Bertahun-tahun saya hanya tahu kalau hormon estrogen saya tidak menjalankan tugas bulanannya dengan baik, tanpa tahu kenapa dan bagaimana mengatasi masalah ini secara alami, tanpa bantuan obat.

Seminggu pertama menjalani diet (Mayo) tanpa cheating, saya mendapat jawaban atas masalah hormon ini. Makanan yang “bersih”, tanpa bumbu berlebih, yang mendekati rasa alaminya, rupanya jadi katalisator yang menyeimbangkan kembali hormon ke kondisi sehat.

4) Nikmat Telur Mana Yang Kamu Dustakan

Di antara menu makanan yang disediakan katering, keberadaan telur selalu bikin saya bahagia. Telur yang direbus atau diceplok saja sudah enak dan gurih; rasa alaminya sudah bikin bahagia.

5) Diet Bukan Urusan Perempuan

Yang mengajak saya diet (Mayo) berjamaah kali ini kebetulan teman-teman lelaki. Mereka merencanakan program diet ini dengan penuh perhitungan; menghitung tanggal sehingga selesai program diet langsung disambung bulan Ramadan.

Jadi, diet bukan urusan perempuan (saja) ya.

6) Diet dan Olahraga

…adalah teman, bukan musuh. Malahan, salah satu dari lima kebiasaan sehat yang dianjurkan Mayo Clinic menganjurkan berolahraga rutin setidaknya setengah jam sehari, beberapa hari dalam seminggu.

Hari pertama diet (Mayo) saya memutuskan untuk jogging. Saya juga punya jadwal boxing sekali seminggu.

Lalu komentar-komentar pun berdatangan.

“Emang gapapa tuh diet sambil olahraga?”

The thing is… dengan berdiet saya hanya mengatur pola makanan dan pola makan saya. I did not starve myself to death. Kalau saya gak kuat ya saya gak olahraga. Kalau tengah olahraga saya gak kuat pun, saya bisa segera berhenti olahraga. Dan lagi, hanya saya yang merasakan badan saya; yang tahu gimana kondisi badan saya.

7) Not All Caterings Are Created Equal

Katering diet (Mayo) yang saya bayarkan adalah rekomendasi teman-teman yang sudah mencoba menunya duluan.

Namun sayangnya ternyata katering ini seperti tidak punya SOP; yang saya alami sedikit berbeda dari yang teman-teman saya alami. Pertama, kiriman menu yang berbeda (komposisi dan tentunya value makanan) dari rencana menu di awal. Kedua, kiriman menu di akhir pekan yang terlambat bahkan baru sampai saat jam makan siang berlangsung (padahal pihak katering bahkan mengingatkan kami untuk makan siang pada jam-jam tertentu). Ketiga, dan paling “pamungkas” buat saya, menu hari ke-13 baru dikirimkan ke saya setelah saya bertanya tentang status pengiriman, itu pun sudah memasuki jam makan siang. (Asumsi saya, menu itu tidak akan dikirimkan jika saja saya tidak bertanya.)

Ketujuh catatan ini tentunya masih prematur, karena saya baru menyudahi — iya, menyudahi, bukan menyelesaikan — rangkaian diet (Mayo) beberapa hari lalu.

Rekomendasi saya buat kamu yang tertarik cobain diet (Mayo):

  • Yuk ikuti lima kebiasaan sehat diet Mayo Clinic itu; karena diet idealnya memang gaya hidup, bukan program sesaat.
  • Kalau mau cobain program 13 hari no-salt diet atau how-many-days-whatever-diet dan punya keleluasaan waktu, coba masak sendiri; mestinya sih lebih hemat biaya.
  • Mind your own body. Kenali, dengarkan badan kamu sendiri. Jangan maksain diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles