Anggur Merah untuk Ibu

Perempuan muda itu terasing diantara lalu lalang orang-orang yang sibuk menjual dan membeli di sebuah lorong deretan rumah toko. Teriakannya nyaris tak terdengar.

“Anggur merahnya, Koh, untuk kesehatan. Arak merahnya, Cik, untuk masakan.”

Dari seberang parkiran motor, seorang wanita paruh baya mengamat-amati toko obat dengan papan nama berhuruf Cina. Wajahnya berpeluh, membasahi jilbab . Tas di tangannya terlihat cukup ringan, cukup untuk menyimpan pakaian ganti untuk semalam.

“Narti..”

“Ibu.. ngapain di sini?”

“Jauh-jauh kamu ke ibukota untuk ini? Melepas kerudung dan menjual benda haram? Mau jadi apa kamu!” wanita itu terlihat geram.

Narti menunduk malu. “Saya hanya ingin berguna untuk Ibu,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *