Aku terbangun dari tidurku Ada sesuatu yang memanggil dari luar entah lantai berapa tempat yang bukan rumah Kulihat bulan raksasa merah darah di hadapan muka, menyelinap di antara dua bangunan yang sama tingginya Inikah akhir dunia? Segera kubangunkan adikku, “Berkemas.…

Tentang Berbenah

Dua minggu terakhir ini saya kerap berbenah barang-barang pribadi, di rumah dan di kos. Setidaknya pada tiap hari berbenah ada sekantong barang yang saya relakan untuk keluar dari kamar dan hidup saya; sebagian saya giring langsung ke tempat sampah, sebagian…

Dua bulan yang lalu akhirnya saya mewujudkan salah satu daftar keinginan: memiliki tato. Sebelumnya saya hanya berwacana untuk membuat tato di lengan kanan dengan suatu tema; saya sudah menetukan Kedai Tato Bahagia sebagai seniman tato, tapi belum menentukan kapan akan membuatnya. Berkat “dorongan” seorang…

#Potong10Persen Dimulai dari Diri Sendiri

Kalau department store mengadakan promo potong harga puluhan persen jelang hari raya tentu sudah biasa. Nah, kali ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengadakan kampanye #Potong10Persen. Eits! Jangan salah paham dulu. Kampanye #Potong10Persen memang kampanye diskon, tepatnya diskon penggunaan…

Hari ini saya menutup perjalanan bekerja di dua perusahaan sekaligus. Sekaligus, karena selepas perusahaan yang satu saya langsung pindah ke perusahaan yang lain, a sister company, yang secara fisik masih numpang di ruang kantor perusahaan yang satu. Jadi, ya begitulah. Hari ini ada beberapa…

Saya sedang menyusun satu artikel untuk keperluan pekerjaan ditemani playlist penyemangat ini, saat tiba-tiba saya terbawa arus emosi dari salah satu lagu lawas milik Padi. Begini liriknya menurut catatan Kapanlagi: Aku tak bisa luluhkan hatimu Dan aku tak bisa menyentuh…

Jumat lalu saya sempat bilang ingin ngeblog, merangkum tahun 2016 dalam satu posting. Tidak terjadi. Saya memilih YouTube hoping, dari satu video ke video lainnya. I just didn’t have the words. Sekarang, dalam perjalanan kembali ke kost, saya teringat satu…

Terlahir sebagai anak perempuan satu-satunya di keluarga, saya harus merengut karena iri melihat kedekatan teman-teman dengan kakak/adik perempuannya sejak jaman SD. Peluang kedekatan dengan kakak-kakak sepupu perempuan juga tidak terbangun karena jarak yang lebih dan jam main yang kurang. “Kayanya…

​​Siang tadi, saat berjalan kaki dalam gerimis menuju ke tempat makan, saya tersadar kalau saya merindukan hujan. Hujan yang walaupun ada kalanya membawa khawatir (maklum, pada masanya saya mengalami banjir tiap lima tahun sekali) tetapi selalu memberi perasaan nyaman. Di…

Gambar dari sini Saya ingat betapa antusiasnya menyambut usia kepala tiga beberapa tahun lalu. Buat saya saat itu tiga puluh adalah angka psikologis; legitimasi kalau saya perempuan dewasa. Saya menantikan usia tiga puluh sejak lama; sejak memandang salah satu kakak sepupu yang…