Tentang Menjadi Newbie

Seorang kenalan tiba-tiba menghubungi saya, bertanya sesuatu tentang pekerjaannya, berharap saya bisa membantu. Saya pun berharap bisa membantunya.

Kebetulan saya tahu banyak sedikit tentang topik yang ditanyakannya. Tapi saya punya teman-teman lain yang bisa saya tanyai jika saya ingin tahu lebih banyak tentang topik ini.

Singkat kata, dengan keterbatasan pengetahuan dan pencerahan dari teman-teman itu, saya menjelaskan tentang topik yang dihadapi kenalan ini. Sebisa saya. Lengkap dengan istilah-istilah khusus terkait topik tersebut.

Lalu, kenalan saya ini bertanya lagi. Kali ini tentang definisi istilah-istilah khusus terkait topik tersebut. FYI, istilah-istilah itu bukan sesuatu yang advance, melainkan yang paling dasar.

And then it hits me. This person is in a shitty situation. Perhaps. Sepertinya gak ada satu orang pun di lingkungan pekerjaannya yang mendampingi, bahkan untuk menjelaskan istilah-istilah paling dasar itu. (Atau ekspektasi saya terlalu berlebihan; walaupun masih “hijau”, seharusnya dia paham istilah-istilah paling dasar ini; seharusnya ada “anak lama” yang mendampinginya)

And then something else hits me.

Kantor tempat saya bekerja saat ini pun berkembang pesat, dalam jumlah personel. Semakin banyak rekan kerja baru, baik yang berpengalaman di bidang digital maupun yang tidak. Bagaimana jika rekan kerja baru ini tersesat, seperti kenalan saya tadi? Apakah mereka menemukan seseorang untuk ditanyai? Atau mereka harus bertanya ke luar?

Semoga tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *