Seperti apa caramu menghabiskan malam pergantian tahun kemarin?

I spent it with breathtaking experience. And by saying breathtaking, I meant literally.

Begini ceritanya..

Fitri, Ellie & saya menyempatkan berlibur bersama keliling Batu – Malang – Pulau Sempu pada akhir tahun kemarin, tepatnya dari 27 Desember 2011 sampai 2 Januari 2012 (yang kemudian diperpanjang sampai 3 Januari 2012). Dan rangkaian kejadian yang membuat perjalanan kami diperpanjang inilah klimaks dari #balsemtrip kami.

Kami memulainya dengan berekreasi ke pusat-pusat wisata Batu & Malang ala anak SD yang sedang liburan sekolah. Lihat saja lokasi-lokasi yang kami kunjungi : Jatim Park II, Selecta, Batu Night Spectacular dan alun-alun Kota Batu dan Malang. Liburan sekolah banget kan! :D

Dari lokasi rekreasi yang saya sebut di atas, alun-alun Kota Batu mungkin jadi yang paling istimewa.

Kehadirannya di tengah Kota Batu jadi oase yang membuat daerah pegunungan ini bahkan lebih sejuk. Dari fasilitasnya yang masih terjaga rapi, sepertinya alun-alun Kota Batu masih terbilang baru. Cmiiw.

Buat saya, alun-alun Kota Batu jadi miniatur semua lokasi rekreasi yang ada di Batu. Hamparan bunga berwarna-warni yang menghiasi alun-alun seperti Selecta mini. Ferris Wheel dan rangkaian lampion seperti mewakili wahana-wahana yang ada di Batu Night Spectacular.

Yang juga menarik di alun-alun Kota Batu adalah rekaman suara walikota Kota Batu yang disampaikan lewat pengeras suara di alun-alun. Isinya kurang lebih ucapan selamat Natal untuk warga yang merayakan, ucapan selamat tahun baru untuk seluruh warga dan himbauan untuk menjaga Kota Batu. Awalnya terdengar cukup aneh, saat kita tengah duduk santai di alun-alun dan mendengan ‘propaganda’ semacam itu :D

Alun-alun Kota Batu juga didukung dengan wisata kuliner di sekitarnya. Sebut saja pilihan toko/warung/tenda apel Malang dan jajanan olahannya, susu KUD (susu pasteurisasi), pos ketan, tahu campur & lalapan. (Fyi, yang dimaksud ‘lalapan’ di sini bukan sekadar sayur-sayuran yang dilalap, tapi juga lauk ayam/bebek/ikan/lainnya)

Nah.. Kembali ke klimaks #balsemtrip..

Seolah mencoba melawan hukum ‘bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian’, kami sepakat menjadikan Pulau Sempu destinasi terakhir dari rangkaian liburan kali ini — without knowing what would happen back then.

Perjalanan dari kota Malang ke Pulau Sempu diawali dengan mencari sewa peralatan camping saat kami duduk manis menikmati es krim di Toko Oen di waktu hujan sore-sore. Dan, percaya gak sih, urusan sewa alat camping ini punya drama tersendiri loh!

Dari mas-mas di ‘Piknik Rental’ kami dapat rumor bahwa izin untuk menginap di Pulau Sempu di-suspend selama 31 Des – 1 Jan, katanya untuk menghindari ‘sampah tahun baruan’. Waduh!  Tapi.. gakpapa deh.. Nekat aja. Tetep datang lengkap dengan alat camping; kalau boleh nginep tinggal nyebrang, kalo gak boleh ya tinggal pulang. Sayangnya si Piknik Rental ini sudah kehabisan alat camping.

Rental ‘Do Rent’, yang kami kenal dari sebuah referensi blog post, ternyata tidak cukup ramah kepada calon sewanya. Sadar bahwa kami menghubungi mereka diluar jam kerja, kami meminta ‘pengertian’ mereka. Dan jawabannya hanya : Coba datang aja. Oke, dan kamipun meluncur ke Jl. Kedawung XV. Eh.. sesampainya di sana kami disambut jutek sama mbak-mbak yang kami sinyalir adalah orang yang sama yang menjawab telepon kami. ‘Kan sudah tutup,’ katanya. KALAU SUDAH TUTUP DAN GAK TERIMA SEWA LAGI, KENAPA TADI PAKE BILANG ‘COBA DATANG AJA’! *capslockunited

Rental ‘Kaldera‘, yang kami kenal dari papan reklame dekat terminal Landongsari, jadi harapan terakhir kami. Walaupun agak ragu setelah kecewa dengan 2 penyewaan alat camping sebelumnya, kami tetap meluncur ke sana. Dan berjodohlah kami dengan seperangkat alat camping disewa tunai!  Kalau ada jasa yang ‘memberi lebih dari yang Anda bayarkan’, mungkin Kaldera salah satunya.

Pulau Sempu here we come!

Kami berangkat jam 5 pagi dari tempat penginapan di daerah Borobudur ke terminal Gadang. Dari sana kami ganti angkot ke Pasar Turen. Dari Pasar Turen, perjalanan menuju Sendang Biru kami tempuh dengan minibus yang dipaksakan memuat 20 penumpang. Bayangkan seni melipat tubuh yang kami praktikkan selama perjalanan! Total waktu tempuh dari penginapan ke Sendang  Biru.. cukup 5 jam saja.

Sepakat playing the game by the rule, di Sendang Biru kami mengikuti proses yang diminta secara baik-baik (kalau tidak bisa dibilang dipaksakan). Diantaranya, menyimak nasihat bapak yang bertugas di kantor konservasi Pulau Sempu, mengisi surat izin (termasuk ninggalin KTP & bayar administrasi), menyewa guide untuk trekking & menyewa sepatu karet. I thank the last two mandatories; trekking guide sangat menolong, begitupun sepatu karet.

 

Dari Sendang Biru menyebrang ke Pulau Sempu dengan perahu nelayan yang disewakan seharga Rp100.000 untuk antar-jemput. Perahu hanya mengantar sampai Teluk Semut. Dari teluk kami akan trekking ke Segara Anakan — yang disebut-sebut sebagai The Beach-nya Indonesia. Konon perjalanan Teluk Semut – Segara Anakan bisa ditempuh dalam 1 sampai 8 jam. Tergantung kondisi trek dan kekuatan fisik (dan mental) trekker. Saya agak jiper sebenarnya. Nafas saya pendek, jangankan trekking sambil menyandang tas berisi logistik, lari keliling lapangan sepakbola aja saya bisa ngos-ngosan. Dengan 3-4 kali rehat untuk minum, plus tas saya dibawakan oleh mas Edi sang trekking guide, we finally did it within 2 hours!

Yang saya dapatkan di Segara Anakan.. was far from expectation.

~photo by Ellie
~photo by Ellie

Segara Anakan penuuuhhh dengan orang-orang seperti kami yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun di sana. (Damn! We’re so mainstream.)

Maka, jadilah indahnya pemandangan danau biru kehijauan, batu karang yang berdiri tegar membentengi kami dari Samudera Hindia dan pepohonan lebat di atasnya ‘tertutupi’ pemandangan tenda-tenda yang bersebelahan macam di gang senggol, jemuran dan sampah bungkus makanan para penghuni sementara pulau ini.

Buat saya, ya.. setidaknya sudah menandai Pulau Sempu sebagai ‘been there’.

Dan detik-detik pergantian tahun 2011 ke 2012 kami lalui dengan perut kenyang terisi mie instan, sosis & kornet, badan segar sehabis mandi pakai tissue basah, dan pikiran damai penuh resolusi tahun baru. Walaupun sesekali terganggu bunyi jedar-jeder petasan bawaan penghuni tenda tetangga.

#Balsemtrip Extended.

Rencananya kami pulang dari Malang ke Jakarta dengan kereta Gajayana pada 2 Januari sore. Tapi alam berkata lain dan mengambilalih perjalanan pulang dari Sendang Biru ke Kota Malang dengan kekuatannya.

Idealnya perjalanan pulang cukup merunut mundur perjalanan pergi : naik minibus ke Pasar Turen, sambung angkot ke Terminal Gadang, balik ke D’Fresh tempat kami menitipkan sebagian tas bawaan kami. Idealnya..

Menurut info sopir angkot carteran, jalur Pasar Turen – Sendang Biru mengalami suatu situasi (alam) yang membuat para penarik angkot segan menempuh jalan itu. Jangan harap melihat minibus warna biru telur asin itu dalam jangka waktu dekat deh!

Maka satu-satunya cara kembali ke Pasar Turen adalah.. numpang! Berdiri di tengah hujan dengan cardboard bertuliskan ‘Numpang Malang. Mau bayar,’ sambil melambaikan tangan. And this is exactly what we did.

Satu motor. Dua angkot carteran. Tiga mobil. Banyak kendaraan yang melewati kami, membaca tulisan kami, dan berlalu begitu saja.

Sampai sebuah truk melambatkan lajunya, menepi ke warung tempat kami berteduh dan mempersilahkan kami numpang. Cukup beliin rokok untuk pak sopir! :’)

Long story short. Kami memperpanjang #balsemtrip semalam. Menginap semalam lagi di kamar hotel yang memanjakan dengan fasilitasnya. Merencanakan perjalanan pulang alternatif ke Jakarta; dengan kereta, dengan bus, bahkan dengan pesawat kalau perlu (khususnya saya yang mengejar kembali ke kantor per tanggal 3 Januari).

Sebagai ganti kereta eksekutif Gajayana dengan rate peak season yang ‘hangus’, kami pulang ke Jakarta menggunakan kereta bisnis Senja Kediri.

Good random people at #balsemtrip.

Perjalanan 8 hari 7 malam di Batu, Malang & Pulau Sempu mempertemukan kami dengan orang-orang baru. Some are good people, some are.. yeah well, just people.

Here’s a thank you list for good random people we meet on the crossroad :

Yoseph yg membantu mencarikan tempat penginapan di Batu & Malang, Indra pusat informasi seputar Malang yg meski tidak akurat tapi membantu, bapak owner D’Fresh guest house yg kasih harga spesial, Mbak Riska pegawai D’Fresh yang kooperatif, Bapak Takim sopir angkot Selecta yg menawarkan jasa carter (sayang, jasanya gak jadi kami pakai), pasangan kakak-adik-ketemu gede yg mengizinkan kami numpang di angkot carterannya, Mas Temon pengurus penyewaan alat-alat outdoor Kaldera yg bahkan berbaik hati menawarkan kami menginap di ruang sekretariat, temannya mas Temon yg memastikan pulang dengan angkot yang benar, Pak Edi tour guide dari Sendang Biru ke Segara Anakan — terutama buat saya karena dia membantu membawakan tas berisi logistik yang jadi tanggung jawab saya selama treking pergi ke Pulau Sempu, mas-mas pengunjung P. Sempu dari Surabaya yg membagi air minum bersih, orang-orang di suatu warung di Sendang Biru yg menemani kami mencari tumpangan pulang ke Malang, sopir truk & ‘keluarga besar’nya yg mengizinkan kami numpang dari Sendang Biru ke Sumber Manjing, Pak Teguh yg menawarkan jasa carter mobil dan mengantar kami dari Sumber Manjing ke Malang. Teman-teman ‘cah ngalam’ (Alit, Plak, Risna) yg udah jadi pusat informasi wisata Malang jarak jauh.

Orang-orang inilah yang kembali meyakinkan saya kalau masih ada orang asing yang baik di luar sana.

Selamat datang 2012.

Menutup #balsemtrip dan memulai 2012, saya cuma bisa berbisik, mengutip tagline sebuah produk : Life is an adventure.

8 thoughts on “Memasuki 2012 dengan #BalsemTrip

  1. wowww!!!” seru banget! Aku sebenarnya pas akhir tahun libur panjang juga. Tapi gak memungkinkan untuk adventure. Jadinya cuma menghabiskan di rumah (+rumah sakit). Tapi tetap bersyukur dan seru juga. Karena mendapat ‘petualangan’ baru sebagai ayah :D

    1. Petualangan ke Pulau Sempu mah gak ada apa-apanya dibanding petualangan jadi ayah (atau ibu). Yg pertama cukup dikenang dalam blog post & photo album; yg kedua petualangan seumur hidup.

      Selamat menempuh petualangan baru yah, Bem :)

  2. Hahahaha,,nama saya disebutkan disini,,Mohon maaf sebelumnya karena sudah lama juga tidak update sampai detail2 hotspot di malang,jadi tidak bisa memberikan info yang akurat,,tapi saya salut dengan perjalanan kalian,,,,terlebih saya juga disibukkan dengan persiapan engagment saya,jadi tak bisa hadir menyertai perjalanan kalian hehehe,,,
    Happy new Year 2012 and Hope you enjoy your vacation at Bhumi Arema,,sayang anda tak merasakan sensasi suasana Malang Tempo Doeloe dan kebersamaan saat Arema Bertanding,,,

    1. Hahaha.. yg punya nama nongol!
      Emang agak bad timing ya.. nanya2 ke lo sementara lo sendiri lg repot menata ‘masa depan’ :D
      Untungnya ada temen2 kantor yg juga asli Malang, jadi makin banyak yg bisa ditanyain..
      Thanks ya, udah nemenin kita di Malang dari jauh :)

  3. eh ada namaku :p
    You are most welcome deh :)

    Ternyata bener2 petualangan yang seru. Aku aja blm pernah ke pulau Sempu. LOL.

    dan itu Kaldera, kayaknya aku dah ngelewatin toko itu ribuan kali (rumahku daerah Landungsari), kok ya gak inget ya pas kmrn km tanya2 :(

    Kapan2 ke Malang lagi yuk :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *