Brownies 101

This is it!

Andai saya bisa dengan bangga (dan sambil membusungkan dada) melantangkan: This is it! Guinness Stout Brownies a la chef Tere!

But I’m not that sexy chef. Ukuran kami terpaut beberapa cup :D Tapi urusan bikin kue brownies.. saya berani diadu!

Kalau benar ada yang namanya cinta pada pandangan pertama, mungkin cinta saya kepalang mentok pada si bolu bantet ini.

Berawal dari sensasi mengunyah kue cokelat yang renyah di luar tapi moist di dalam, proses penjajakan dengan si bolu bantet naik ke jenjang berikutnya kala saya dan teman-teman komunitas Anthiokia di gereja St. Kristoforus mengupayakan pencarian dana untuk retreat tahunan kami dengan berjualan brownies.

Kenapa brownies? Karena katanya gampang bikinnya; masukin ini, masukin itu, aduk rata, panggang.. voila!

Take my advice.. jangan gampang percaya pada kalimat yang diawali dengan ‘katanya’. Buktinya, sampai hari ini — belasan tahun sejak pencarian dana — saya masih kesulitan menghasilkan brownies yang maknyus a la café-café atau toko-toko brownies kenamaan di Bandung.

Nah.. Sambil nge-draft post ini, saya lagi berharap-harap cemas menantikan hasil akhir Guinness Stout Brownies yang diadaptasi dari resep di sini.

Adaptasi? Ya.. saya mengadaptasi resep asli dengan bahan-bahan yang dapat saya temukan. Saya gak nemu si white chocolate chips dan semi-sweet chocolate chips; yang ada cuma chocolate chips. Oh ya, dan saya gak punya oven. Jadi adonan saya panggang di atas baking pan — yaitu semacam panci untuk memanggang berbentuk bulat dengan lubang di tengah; cara pakai: taruh di atas kompor dengan filter pinggan berisi batu-batuan atau pasir.

Yang janggal dalam pengolahan brownies kali ini adalah adonanya yang tidak bercitarasa manis seperti pada adonan di resep-resep yang lain. Makanya saya mulai menyangsikan hasil akhirnya.

~30 menit kemudian~

Hari ini adalah percobaan membuat brownies yang entah keberapakalinya, I lost count. Dan hasilnya belum memuaskan. O well.. saya masih bisa coba bikin lagi di lain waktu. “If at first you don’t succeed, dust yourself off and try again.”

*Disclaimer: Foto di atas jelas bukan brownies bikinan saya :D

Posted with WordPress for TwirasBerry.

9 Thoughts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *