Bukan Tentang Saya

Setidaknya ada tiga penolakan yang saya terima akhir-akhir ini. Ketiganya membekas karena saya menaruh harap pada tiap-tiap kesempatan yang diberikan orang-orang yang akhirnya menolak saya.

Penolakan itu datang dalam berbagai bentuk: dibicarakan dua arah dengan saya lewat telepon, dijelaskan secara tertulis lewat email, dan dinyatakan lewat gestur. Berbeda bentuk tetapi pesan yang disampaikan serupa: maaf, bukan kamu yang saya butuhkan/inginkan.

Saya butuh waktu untuk memamah masing-masing tanpa menghasilkan ampas patah hati yang mungkin tersisa akibat harapan yang saya taruh pada tiap-tiap kesempatan. Sampai di satu titik saya tersadar kalau yang saya butuhkan hanya sedikit empati kepada tiap-tiap orang yang menolak saya itu.

Sama seperti saya, mereka pun sedang berusaha mencari yang mereka butuhkan/inginkan, dalam bentuk orang, kesempatan, atau apapun. Sama seperti saya, mereka pun butuh/ingin orang, kesempatan, atau apapun itu sesuai dengan kebutuhan/keinginan mereka; yang setara atau beresonansi dengan mereka. Sama seperti mereka, saya pun akan menolak jika orang, kesempatan, atau apapun itu yang datang tidak sesuai dengan kebutuhan/keinginan saya.

Penolakan-penolakan ini bukan tentang saya “tidak layak”, tetapi tentang mereka yang masih ingin mencari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles