Tentang Berbenah

Dua minggu terakhir ini saya kerap berbenah barang-barang pribadi, di rumah dan di kos. Setidaknya pada tiap hari berbenah ada sekantong barang yang saya relakan untuk keluar dari kamar dan hidup saya; sebagian saya giring langsung ke tempat sampah, sebagian…

Dua bulan yang lalu akhirnya saya mewujudkan salah satu daftar keinginan: memiliki tato. Sebelumnya saya hanya berwacana untuk membuat tato di lengan kanan dengan suatu tema; saya sudah menetukan Kedai Tato Bahagia sebagai seniman tato, tapi belum menentukan kapan akan membuatnya. Berkat “dorongan” seorang…

Hari ini saya menutup perjalanan bekerja di dua perusahaan sekaligus. Sekaligus, karena selepas perusahaan yang satu saya langsung pindah ke perusahaan yang lain, a sister company, yang secara fisik masih numpang di ruang kantor perusahaan yang satu. Jadi, ya begitulah. Hari ini ada beberapa…

Jumat lalu saya sempat bilang ingin ngeblog, merangkum tahun 2016 dalam satu posting. Tidak terjadi. Saya memilih YouTube hoping, dari satu video ke video lainnya. I just didn’t have the words. Sekarang, dalam perjalanan kembali ke kost, saya teringat satu…

Terlahir sebagai anak perempuan satu-satunya di keluarga, saya harus merengut karena iri melihat kedekatan teman-teman dengan kakak/adik perempuannya sejak jaman SD. Peluang kedekatan dengan kakak-kakak sepupu perempuan juga tidak terbangun karena jarak yang lebih dan jam main yang kurang. “Kayanya…

​​Siang tadi, saat berjalan kaki dalam gerimis menuju ke tempat makan, saya tersadar kalau saya merindukan hujan. Hujan yang walaupun ada kalanya membawa khawatir (maklum, pada masanya saya mengalami banjir tiap lima tahun sekali) tetapi selalu memberi perasaan nyaman. Di…

Gambar dari sini Saya ingat betapa antusiasnya menyambut usia kepala tiga beberapa tahun lalu. Buat saya saat itu tiga puluh adalah angka psikologis; legitimasi kalau saya perempuan dewasa. Saya menantikan usia tiga puluh sejak lama; sejak memandang salah satu kakak sepupu yang…

Menikmati Hening

Tadi malam, dalam perjalanan pulang menggunakan layanan Uber, seperti biasa saya duduk di kursi penumpang depan, di samping kursi sopir. Sambil menyimak jalanan, menikmati musik yang mengalun dari suatu stasiun radio, dan sesekali mengintip keriaan yang dibagikan di teman-teman media…

Bertindak dan Merasa

Awal bulan lalu saya membagikan lewat Path e-poster program “Act & Feel, Pertolongan online untuk depresi di Indonesia”. Saya terpanggil untuk mengikuti program tersebut karena ada kalanya saya merasa seperti bola karet dalam genggaman yang terlalu erat dan berada di…

Sudah tiga tahun saya bersendiri, dalam sepetak kamar kos ukuran tiga kali tiga meter. Ukuran yang cukup untuk beristirahat, menumpuk barang, dan beraktivitas pribadi. Di luar cerita umum seputar nasib anak kos (termasuk hubungan gelap dengan mie instan dan lauk…