Tentang Curhat

Saya heran.

Tiap kali saya bertanya “Gue kalo mau curhat ke mana? Siapa yang mau dengerin curhat gue?”, jawaban yang saya terima hanya “Tuh kan mulai lagi..”

Padahal saya serius bertanya dan mengharapkan jawaban yang tak kalah serius.

Semewah itukah waktu yang ingin saya miliki untuk sebuah curhat, dengan teman, bertatap muka — bukan sekadar satu arah seperti tulisan ini?

2 Thoughts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *