Ia duduk di kursi dekat jendela. Tangan kanan bersandar di tepi jendela, menopang dagunya. Tatapannya menerawang. Telinganya tersumpal earphones yang melantunkan lagu-lagu favoritnya dari iPod shuffle di kantong jaketnya.

“Sweet Disposition” Temper Trap. Dan air matanya meleleh.

Di luar jendela pepohonan melintas cepat. Sesekali jalanan dan rumah-rumah terlihat.

Melintasi jurang. Dan tangisnya pecah.

Kedua tangan kini menutupi wajahnya. Tapi lirih suaranya masih terdengar.

Tubuhnya meringkuk. Bergetar. Melawan gejolak rasa. Lirih suaranya hilang. Berganti raungan.

So stay there, ’cause I’ll be coming over…

Tangisnya pun reda. Ia meraih saputangan dari dalam tas. Menghapus jejak air mata di wajahnya.

Senyumnya kembali merekah.

Posted with WordPress for TwirasBerry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *