Day 18 #30HariCSK: Napak Tilas

Rumah itu masih terlihat sama seperti saat kutinggalkan. Pagar hitam setengah terbuka. Taman kecil dengan bunga krisan warna-warni.

Sandal jepit merah yang biasa kupakai ke pasar masih di teras.

Pintu kayu tidak dikunci. Dasar ceroboh! Belum saja rumah ini kemalingan!

Desain ruang tamu juga tak banyak berubah. Hanya foto keluargaku sudah tak ada.

Perempuan muda yang dulu jadi pembantuku muncul dari ruang tengah. “Oh, Ibu, saya kira siapa.” Masih saja sok memanggilku Ibu!

“Bapak ada?”

“Sedang keluar.”

“Saya titip ini,” kataku sambil menyodorkan map berisi surat-surat.

Dia tersenyum gugup.

“Ohya, tolong kunci pintunya. Kamu gak mau surat-surat itu kemalingan kan?”

Posted with WordPress for TwirasBerry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles