Day 19 #30HariCSK: Anak-anak Ayam

Bus melaju meninggalkan halte. Lagi-lagi berdiri di pojokan, dekat deret kursi belakang. Mataku memejam.

Tiga halte kemudian segerombolan remaja menyeruak masuk bus. Berdiri di dekatku. Suaranya mengganggu. Terdengar seperti anak-anak ayam kelaparan menunggu induknya pulang membawa cacing.

Dua ekor anak ayam di depanku berciap-ciap nyaring. Induk mereka mungkin sudah lama pergi.

Kusumpal paruh anak burung pertama dengan scarf yang tadi melingkari leherku. Swiss knife dari saku tas kutancapkan ke muka anak ayam kedua. Kutarik sampai ujung paruhnya yang ternganga nanar. Sekarang keduanya bungkam.

“Ting! Pemberhentian berikutnya…”

Terbangun dari tidur berdiriku. Bulir-bulir keringat membasahi wajah. Kedua remaja itu masih asyik ngobrol.

Posted with WordPress for TwirasBerry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles