Ada yang beda dari Ariel. Tak biasanya ia bungkam.

Aku mengenalnya sejak berbagi meja di sekolah. Ia senang bercerita. Pada satu cerita ia berjanji akan menjadi penyanyi. Suaranya memang merdu.

Terakhir kudengar keluarganya tersandung masalah.

Dua malam yang lalu aku bertumbukkan dengannya. Dia diam dan berlalu tanpa kata.

Semalam aku kembali ke tempat yang sama. Kulihat dia mengerling manja — tanda dia akan berbagi rahasia.

Malam ini kutemui dia lagi di tempat yang sama. Tangannya menjulurkan kertas yang dilipat. Tulisan di atasnya: Baca.

Surat itu menjelaskan keadaannya. Ia kehilangan suara demi keluarganya.

“Bagaimana bisa?”

Ia menuliskan jawabannya. “Mencari makan jual suara.”

Posted with WordPress for TwirasBerry.

3 thoughts on “Day 6 #30HariCSK: Mencari Makan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *