Hujan.

Selalu mengingatkanku pada masa kuliah dulu. Payung pelangi. Aku dan kamu. Dan Rahmat, si bocah penjaja ojek payung.

“Gue bosen temenan sama lo. Kita pacaran aja yuk?” katamu. Tengil. Aku hanya bisa mengangguk — tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat. Aku tidak ingin terkesan antusias, tidak juga ragu-ragu.

“Kok cuma ngangguk? Ngomong dong..”

“Oke.. Kita pacaran.”

Pipiku hangat.

=====

Hujan reda.

Selalu mengingatkanku pada masa kuliah dulu. Payung pelangi. Kamu dan Wanda. Dan Rahmat, si bocah penjaja ojek payung.

Pemandangan petang di kejauhan yang kulihat dari bangku kantin. Entah apa yang kalian bicarakan. Yang jelas, sejurus kemudian bibir kalian bertautan.

Bangsat.

Posted with WordPress for TwirasBerry.

2 thoughts on “Day 8 #30HariCSK: Payung Pelangi

  1. Kejamnya realita.. *ingin ikut mengumpat*
    Pengalaman pribadi: Pernah digetok dari belakang pake payung sama seseorang yg sempet ngontrak sementara di dalam hati. Pas nengok ternyata dia.. Kaget campur seneng.. Tapi sesaat sadar visualku terlalu sempit, begitu memperluas sapuan pandangan… Tampaklah seorang perempuan sedang bergelayutan di lengannya.

    Bangke!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *