Dilepas Di Lepas

twirasdotnet-dilepas di lepas

Saat orang-orang ribut membahas merek vitamin menayangkan status yang blunder di media sosial, saya justru lebih terganggu saat melihat pegumuman persis seperti gambar di atas (hanya saja dicetak dalam versi hitam putih) dipasang dalam perimeter saya.

Menurut saya, kasus merek vitamin dan kasus lembar pengumuman itu serupa tetapi dalam level yang berbeda. Kedua pelaku sama-sama bersalah dalam eksekusi penerjemahan makna yang ingin mereka sampaikan lewat tulisan.

Untuk detil bedah kasus merek vitamin, silakan tanya teman-teman kalian, khususnya yang bekerja di industri digital marketing — kemungkinan besar mereka sedang sibuk mencerca merek vitamin ini. Untuk detil bedah kasus pengumuman alas kaki, silakan teruskan membaca tulisan ini.

Menurut KBBI

di

Preposisi (pre)

kata depan untuk menandai tempat: bapak saya bekerja — kantor; semalam ia tidur — rumah temannya

Di sini, kata “di” akan mendahului kata benda pembentuk keterangan tempat seperti “rak sepatu”, “depan pintu”, bahkan termasuk “sini”. Sehingga penulisannya menjadi “di rak sepatu”, “di depan pintu” dan “di sini”.

Selain sebagai kata depan, “di” juga berfungsi sebagai pembentuk kata kerja pasif. Contoh kata kerja pasif: dilepas, didengar, dan dirampas. Ada trik mudah untuk tahu apakah suatu kata adalah kata kerja pasif, yaitu dengan mencari padanan kata kerja aktifnya: dilepas – melepas, didengar – mendengar, dirampas – merampas.

Maka pengumuman alas kaki di atas menjadi contoh kasus kesalahan penggunaan kata “di” yang sering terjadi: keliru menuliskan “di” sebagai kata depan saat seharusnya menuliskan “di” sebagai pembentuk kata kerja pasif. Atau sebaliknya.

Rumusnya cukup sederhana, kenali kata utama yang ingin disampaikan; jika kata itu kata kerja, maka gunakan “di” sebagai imbuhan (tanpa spasi); jika kata itu keterangan tempat, maka gunakan “di” sebagai kata depan (dengan spasi). Sehingga kalian bisa dengan nyaman menulis kalimat…

Alas kaki harap dilepas di depan pintu.

Salam,
Pembela Bahasa Indonesia
Karena Bahasa Indonesia perlu dibela

NB: Kalimat “Harap lepas alas kaki” jadi opsi yang lebih aman digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles