Dirayu Serayu

Long weekend yang lalu (26-28 Oktober) tentu banyak dari kita yang membuat rencana berpergian. Termasuk saya.

Short trip kali ini saya, dan 20-an orang lainnya, berangkat ke Dieng dan sekitarnya bareng tim Learn Indonesia — bukan nama baru, short trip saya sebelumnya ke Krakatau juga bareng mereka.

Perjalanan panjang nan berliku dan bergolak dimulai dari meeting point di depan Komplek KemHan di Cawang jam 16:30. Dari sana kami bertolak ke Wonosobo melalui Tol Cikampek dan Jalur Pantai Utara Jawa. 10 jam ditempuh untuk mencapai penginapan di Pondok Bannyu Woong, wilayah Banjarnegara.

Cawang Yang Gersang

 

Transportasi Sederhana

 

Rekan Seperjalanan

Jalur ‘off-road’ yang dilalui nyaris membuat kami terjaga semalaman, terombang-ambing dalam keadaan duduk di dalam bus mini. Maka, setiba di penginapan, kami tidak menyia-nyiakan waktu istirahat — walaupun sekadar untuk selonjoran — demi mengejar matahari terbit dengan keadaan fisik yang baik.

03:00

Dari penginapan kami beranjak ke Gunung Sikunir di Desa Sembungan. FYI, desa ini diklaim sebagai desa dengan posisi tertinggi di Pulau Jawa loh!

Pemandangan yang dijanjikan cukup istimewa, karena kami bisa menyaksikan double  sunrise dari atas Gunung Sikunir. Kok bisa? Nanti saya coba jelaskan ya..

Selama satu setengah jam menuju kaki Gunung Sikunir saya dipuaskan dengan pemandangan sawah berundak, langit cerah bertabur bintang, udara sejuk. Saya jadi menaruh harapan, apakah ‘paket’ pemandangan matahari terbit ini bisa menandingi ‘paket’ yang saya dapatkan saat di Gunung Penanjakan, Bromo.

Tiba di kaki gunung, kami disambut udara diiingiiin!

Tanpa buang waktu, kami beranjak menanjak ke puncak gunung. Selain untuk melawan rasa dingin yang dirasakan tubuh, tetapi juga untuk mengejar sang surya yang sewaktu-waktu bisa menyembul dari batas cakrawala.

05:00

Ini dia si cantik yang kami kejar-kejar…

Hello sunshine!

Saya dan rombongan termasuk telat mencapai puncak gunung. Tiba di sana sudah terlalu banyak orang yang seolah antre masuk ke area konser, dan matahari sudah mencapai posisi cukup tinggi.

Double sunrise, kok bisa? Tentu bisa. Double di sini maksudnya kita bisa melihat mahakarya sang pencipta dari dua lokasi di saat bersamaan. Pada beberapa puluh meter sebelum puncak gunung, jalur setapak bercabang dua, memberi opsi ke kiri (tempat saya mengabadikan pemandangan ini) atau ke kanan.

Cukup dengan sun salutation. Saatnya mengisi perut :)

Sopir, Guide & Peserta Rombongan

Perut kenyang, badan senang, hati riang. Yuk lanjut keliling area wisata Dieng.

Beberapa diantara objek wisata Dieng yang kami kunjungi : Telaga Warna, gua-gua, Kawah Sikidang dan candi-candi; semuanya berada di satu kawasan. Ini mengingatkan saya pada trip ke Bandung Selatan dengan objek-objek wisata yang terpusat di satu area.

Selama trip ini kami ditemani Pak Manos, local tour guide yang kehadirannya kami manfaatkan untuk tanya ini-itu seputar objek wisata Dieng.

Telaga Warna

 

Patung Maha Patih Gajahmada di Area Gua-gua

 

Kawah Sikidang

 

Kawasan Candi Dieng

Yang juga menarik di sekitar Dieng adalah makanan khasnya. Di beberapa warung yang saya lihat menyajikan Purwaceng, kentang goreng (semacam homemade french fries), cabai mini & pepaya mini yang dijadikan manisan Carica.

Warung-warung di Kawasan Kawah Sikidang

 

Kopi Purwaceng

 

Cabai Mini

 

Pepaya Mini

Diantara makanan khas ini saya sempat menyeruput kopi purwaceng. Purwaceng adalah produk herbal dari semacam tumbuhan akar-akaran khas Dieng. Rasanya.. ya kaya kopi ketemu jamu-jamuan deh :D

Tur hari pertama selesai. Sisa waktu hari itu kami habiskan dengan leyeh-leyeh menurut kepercayaan masing-masing.

Keesokan harinya…

It’s rafting time!

image

Kali Serayu

 

 

 

 

 

 

 

 

Di rafting bersama tim Bannyu Woong ini kami menempuh jarak 14km dalam 3 jam (sudah termasuk break untuk mencicip kelapa muda & mendoan).

Kami membelah diri menjadi beberapa tim. Masing-masing beranggotakan 5-6 orang, plus seorang rafting buddy. Saya & tim ‘kebagian’ Pak Karmin.

Selain mendampingi kami mendayung perahu karet supaya baik jalannya, Pak Karmin juga bercerita tentang arus, tentang bebatuan, tentang tetumbuhan, satwa dan penduduk di sekitar Kali Serayu. It was nice to have a storyteller next to us.

Kalau mau ber-rafting ria, jangan lupa pakai sunblock! Kalau lupa, kamu bakal bernasib seperti saya ini..

BELAAANG!

Overall, the short trip on a budget was fun. Objek wisata Dieng, okelah. Transportasi, seharusnya bisa lebih ramah bokong. Akomodasi, cakep! Rafting, awesome! New people I met were nice :)

View From Bannyu Woong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *