Do Fun

Ceritanya saya sudah lama banget gak ke Dufan, Ancol. Terakhir main-main ke sana sepertinya belasan tahun yang lalu. (Astaga.)

Makanya pas ada salah satu klien mengadakan press conference di salah satu wahana di Dufan, saya jadi penasaran: Kaya apa Dufan sekarang? Kaya apa presscon di sana?

Ternyata presscon-nya seru!

Brand image yang baik di pasar, undangan untuk media yang berlaku untuk 3 orang (sehingga mereka bisa bawa suami/istri & anak), dan pengemasan acara presscon hari itu mendukung terciptannya suasana menyenangkan. Padahal cuaca siang itu sedang terik-teriknya.

Mumpung di sana dan akses ‘terusan’ di tangan, saya & Fabian menjajal beberapa wahana.

Wahana pertama : Kora-Kora. Seingat saya wahana ini yang paling menantang-tapi-cukup-aman. Dulu. Kemarin, setelah diayun-ayun beberapa kali, bahkan belum sampai titik ayunan tertinggi, kok rasanya saya ingin bilang : Stop! Sudah cukup!

Wahana berikutnya : Merry Go Round. Entah apa namanya versi Dufan. Ini sih mestinya yang paling ‘cemen’ se-Dufan. Tapi, lagi-lagi, setelah beberapa putaran, saya mulai merasa bosan.. dan pusing.¬†Menyenangkan sih.. untuk sekadar duduk-duduk santai.

Wahana terakhir : Bianglala. Pura-puranya lagi di The Eye of London gitu deh.. Tapi pemangangannya ya gitu-gitu aja.. sekitar area Dufan, dan sedikit garis pantai Jakarta. Kurang beruntungnya, kami kebagian kereta yang sudah terisi mbak-mbak berisik yang heboh foto-foto. Huft.

Si Fabian sih cukup senang.. tiap kali di posisi lengkung puncak Bianglala, sinyal HP penuh. Buru-buru deh update status.

Entah apa yang kurang, tapi sensasi ber-Dufan rasanya sudah tidak se-fun dulu. (Ya, walaupun memang dari dulu saya gak berani jajal wahana yang terlalu bikin deg-degan.)

Apa mungkin karena saya sudah terlalu tua untuk ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *