Geladi Resik

Berkali-kali aku memutar adegan ini di kepala.

Pada suatu hari yang tidak diduga-duga, kita akan bertemu kembali, di tempat yang asing untuk kita berdua. Darahku akan segera mendidih. Lalu aku akan menghampirimu dengan tangan mengepal erat, sampai kuku jemari meninggalkan jejak di telapak. Rahangku terkatup rapat, menahan diri dari mengeluarkan kata-kata setajam belati. Lalu, saat kamu lengah, aku akan melesatkan kepalan tanganku ke arah hidungmu. Cukup untuk melontarkanmu ke belakang. Cukup untuk membuat nyeri di buku-buku jemariku. Cukup untuk mengobati sakit hatiku.

Kemudian hari itu tiba.

Kamu malah menyapaku, “Apa kabar?” Dan aku membalasmu dengan senyum, “Aku sudah sembuh. Kamu?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles