Between Hello and Goodbye

“Hari Selasa, hari terakhirku di sini.”

Saat kamu mengatakan itu, ada tawa yang terbungkam, berganti galeri memori setahun yang telah berlalu.

Jangan salah paham, aku mengerti keputusanmu. You write (or draw or sing or dance) your own future.

Yang justru tidak kumengerti adalah rasa yang selama ini kukira cemburu, ternyata rasa sayang yang terlalu. Terlalu.. hingga membuatku pilu saat kehilanganmu, lagi.

Lagi?

Dulu kita selalu bertiga, trio biduanita. Hari-hari sesudah itu kita tidak selalu besama. Kamu bertemu teman-teman baru dan membagi waktu.

Saat itu aku kehilangan. Tapi kamu masih di sudut mataku.

Kali ini terasa berbeda.

Miss you already, dik.

1 Thought.

  1. kakak, adikmu will be just around the corner. emang agak pecicilan aja anaknya. bungkus luarnya doang itu mah. aslinya ya begini ini. baca tulisanmu kemudian mewek lagi :’)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *