Heran Pada Sepotong Es Krim

Kamu yang kebetulan numpang lewat di lantai lower ground Senayan City wiken lalu mungkin sempat bertanya-tanya: ada apa sih rame-rame di lapak es krim berlogo M itu?

Kalau saya sih gak pake bertanya-tanya — berhubung saya sedikit terlibat di balik layar promosi tersebut. Tapi saya tetap heran!

Heran aja.. Kok pada niat banget sih orang-orang itu? Rela ngantri demi sepotong es krim? Yang sebenarnya masih bisa mereka beli besok atau lusa — tanpa ngantri!

Dari sudut pandang marketing, bisa jadi ini bagus. Komunikasi marketing mereka mendapat respon dari audience berupa tindakan. Kalau tidak salah tindakan/action adalah mata rantai terakhir menurut analisis AIDA (attention-interest-desire-action). CMIIW.

Namun, ternyata, apa yang sekilas terlihat sebagai antrian pembeli es krim sebenarnya adalah antrian pemburu kesempatan berfoto! Jadi begini ceritanya.. di lapak M itu disediakan photo booth ala kerajaan dengan aksesori berupa (ceritanya) mahkota, tiara, jubah emas dan bludru; lengkap dengan setting royalty chair. Kalau sudah begini nih.. ujung-ujungnya yah memang atas nama narsis deh! :D

Antrian lapak es krim ini pun bhinneka tunggal ika. Dari lovebirds sampai keluarga sakinah, dari rombongan anak muda-liar-dan-berbahaya sampai oma-opa. Gak ketinggalan mas-mbak shop attendant dari toko-toko sekitar.

Yang lebih menarik justru tindak-tanduk mereka saat berada di area lapak.

Sebagian besar dari crowd nanya-nanya lewat jalur samping. “Ini promo apa sih?” “Saya bisa dapet apa?” “Kalau mau ikutan gimana?” Bla bla bla.. Sampe kusut deh pita suara para usher yang bertugas di sana mengulang-ulang penjelasan yang sama. Setelah puas dengan jawaban mas-mbak usher, barulah mereka ikut irama semut — baris manis di satu garis.

Crowd yang terjaring jadi penglaris pun masih akan disaring menurut golongan kenarsisan mereka. Golongan yang pertama dan mayoritas: saya mau beli es krim memang demi ikutan foto. Golongan ini adalah golongan paling jujur, karena mereka terus terang narsis. Umumnya gank cewek-cewek, keluarga — khususnya dengan anak-anak kecil atau oma-opa. Golongan berikutnya: saya mau beli es krim, eh bisa foto-foto, ikutan juga deh. Golongan yang ini unik; mereka cenderung tarik ulur dan mungkin malu-malu mau. Umumnya adalah rombongan abg campur cowok cewek atau ayah dan anak cowok abg-nya. Yah.. maklum deh, cowok abg mungkin tengsing foto-foto bergaya begitu. Tapi akhirnya mereka melenggang dengan hasil foto digital print di tangan kok! :3 Golongan yang terakhir dan minoritas: saya mau beli es krim saja, gak usah pake foto ya! Umumnya ini bapak-bapak atau gank cowok-cowok umur tanggung.

Apapun alasannya deh.. yang pasti jumlah peminat photo booth meningkat dari hari pertama ke hari kedua ke hari ketiga di gelaran lapak M. Bahkan di hari ketiga, mas-mas tukan foto sampai nambah 1 unit Canon Selphy mereka untuk mengakomodir (atau mengakomodasikan?) peningkatan jumlah pesanan.

Belum cukup keheranan saya akan prilaku mereka yang rela ngantri demi foto gaya, muncul keheranan lain yang lebih mengusik nurani.

Ternyata masih ada loh diantara orang-orang ini — yang mau beli es krim dengan bandrol Rp10.000 per potong dan rela ngantri demi foto ala king and queen — yang tidak mau/rela buang sampah bungkus es krim pada tempatnya. Padahal, pihak mal menyediakan fasilitas itu — yang jaraknya lebih pendek dari jarak antrian terdepan ke antrian terbelakan saat lapak lagi laris-larisnya.

Heran.

antrian foto kerajaan

juga antrian foto kerajaan

raja & ratu kerajaan es krim

keluarga kerajaan es krim

kerajaan yang jorok!

Posted with WordPress for BlackBerry.

7 Thoughts.

  1. hi.. mampir ya di blog ku.. *ikutin gaya orang-orang*

    kalo in my point of view gue (nyambung atau tidak sama tulisannya), markom model begini emang cocok buat pasar Indonesia secara habit masyarakat indonesia suka yang namanya aji mumpung dan gratisan.. hahahaha..

    • Haha.. couldn’t agree more!
      Selain pecinta aji mumpung & gratisan, masyarakat kita juga suka yang rame-rame.. Buktinya banyak orang yang mampir ke lapak M itu gara-gara penasaran ada rame-rame apaan di sana :D

      And, yes.. nanti aku mampir ke blog-mu ya.. *belajar blog-walking*

  2. beuuh,,,sadis nih emang strategi marketingnya.. Kalo buat gue ya (selain karena udah tau ini campaign) gue rasa magnum itu gak seenak yang diliat kok,rasanya mungkin agak sama dengan paddle pop or esgrim2 lainnya :D. Tapi overall MagnumID suksesss! juaraaa.. btw i’m still your friend with your good cash flow itu! :))

  3. hahahaha gw n willy termasuk salah satu yang antri beli M.
    untuk masalah foto2, sepertinya willy masuk golongan 1 n gw masuk golongan 3 :P
    hehehehe berarti gw masuk kategori “cewek umur tanggung” yah?

    • Eh, lo & Willy mampir ke lapak M toh.. kok gak ketemu ya? sepertinya kita belum berjodoh.. gw malah ketemu temen-temen kantornya Willy tuh..

      Lha.. emang kita masih kategori “cewek umur tanggung” kan? ;)

  4. Hihihihi iya emang heran banget. Tp bagus deh marketingnya berhasil membaca profil org Indonesia and it works. Kepo, followers, dan narsis. Malu” dikit padahal mau banget asal ada “kompor” nya. Yg penting ikutin mayoritas org pd ngapain, sekalipun ngantri es krim -__-‘ :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *