Hey, you!

Diiming-imingi ‘from the producer of Bangkok Traffic Love Story‘ sambil berharap sekali lagi dihibur film romantic-comedy ala Thailand, saya akhirnya menjejalkan diri ke dalam sofa auditorium Blitz Megaplex, menonton Hello Stranger (Kuan Meun Ho).

Film berdurasi 130 menit ini menggambil setting sebagian besar di Korea Selatan, maklum ceritanya si pemeran utama wanita dan pemeran utama pria sedang jalan-jalan ke sana. Si wanita (diperankan oleh Nuengtida Sopon) — yang kebetulan tergila-gila drama Korea — terbang solo untuk menghadiri pernikahan sahabatnya. Sementara si pria (diperankan oleh Chantawich Tanasewi) berangkat bersama kelompok tour dengan persiapan seadanya, bermodalkan pakaian yang melekat di tubuh dan tas ransel — katanya, kepalang mem-booking paket tour & travel bag tertinggal di mobil teman.

Pertemuan pertama mereka sebenarnya terjadi di bandara internasional di Bangkok, dan takdir (atau dalam hal ini, skenario) mempertemukan mereka kembali tepat di depan backpacker hostel tempat si wanita menginap. What a serendipity! Dari sana hubungan mereka berkembang dari stranger menjadi not-too-stranger; berkomunikasi tanpa perlu memperkenalkan diri — alasannya, kalau sudah kenal satu sama lain nanti mau tidak mau jadi peduli satu sama lain.. and they did not want it, yet. Selanjutnya.. seperti yang sudah kita duga sebelumnya, witing tresno jalaran soko kulino. (Eh, ini bukan bahasa Thailand loh!) Dan, layaknya tipikal film komedi romantis, ada saja halang rintang yang mewarnai cerita mereka.

Kalau mau tau romantisnya dan kocaknya cerita mereka, nonton saja sendiri (atau rame-rame) ya.. Post ini tidak bertujuan menceritakan detil plot film loh..

Ada beberapa hal yang menarik tentang Hello Stranger — selain efek ngakak yang saya alami selama film diputar. Yang pertama, sudah pasti pemandangan Korea Selatan. Walaupun bukan dream destination, kota dan khususnya objek wisata yang ditampilkan memang sedap dipandang mata. Pulau Nami (Namiseom), misalnya, yang terletak di Chuncheon, Korea Selatan — kurang lebih 2 jam perjalanan mobil dari Seoul — terlihat asri dengan hutan rimbunnya. Yang membuatnya hits tentunya drama Korea berjudul Winter Sonata yang memakai Namiseom sebagai lokasi syuting. Yang lebih edan adalah: di Namiseom bahkan ada patung Yu-jin dan Joon-sang berpelukan. (Oh, demi dewa drama Korea!) Lokasi lain — yang lagi-lagi populer gara-gara drama Korea — adalah Coffee Prince, tempat syuting drama berjudul The 1st Shop of Coffee Prince. Nah, kalau yang ini saya  ikutan penasaran seperti si pemeran wanita deh.. Bukan karena saya mengikuti serial Coffee Prince, tapi karena saya tertarik dengan desain interiornya :D

Bukan, ini bukan patung dewa Korea!
Desain interior Coffee Prince :D

Yang juga menarik (atau malah absurd) dari alur cerita Hello Stranger adalah konsistensi si wanita dan si pria untuk tidak saling bertukar nama. Bahkan sampai akhir cerita, mereka hanya dikenal sebagai May (yang adalah nama-sejuta-umat wanita Thailand) dan Darng (yang artinya kurang lebih ‘cute dog‘, karena memang si pria cenderung ‘ngintilin’ si wanita layaknya anak anjing mengekor tuannya). Jadilah mereka memanggil satu sama lain ‘Khun’ (Hey, you) yang adalah panggilan umum untuk siapapun dalam bahasa Thailand — seperti Mr., Mrs. atau Miss dalam bahasa Inggris; atau Mas dan Mbak dalam bahasa Indonesia. (Oke, Mas dan Mbak memang tepatnya panggilan dalam bahasa Jawa, tapi coba survei penduduk se-Indonesia deh, berapa persen yang memanggil dengan Mas atau Mbak?!)

Ternyata orang Thailand juga biasa bertegur sapa dengan ‘Pai nai?’ (Mau kemana?); belum tentu dengan maksud benar-benar ingin tau kemana orang yang diajak bicara mau pergi, tapi lebih sekadar ramah tamah. Hal yang sama juga berlaku untuk orang Cina/Tiongkok, yang bertegur sapa dengan ‘Zai nar?’ — seperti yang pernah diceritakan laoshi saya. Saya jadi berkesimpulan kalau ini memang etika berkomunikasi lisan versi Asia. (Atau saya terlalu cepat menyumpulkan?)

Selain akting, 'cute dog' ini juga ikut menulis skenario loh..

Fakta lain tentang Hello Stranger yang unik adalah: film ini disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun, yang lebih dikenal sebagai sineas film bergenre horor. Shutter, Alone, 4bia dan Phobia 2 adalah judul film garapannya yang tidak asing lagi bagi penggiat film horor, khususnya horor Asia.  Hello Stranger adalah film pertamanya di luar genre horor yang terinspirasi dari novel berjudul Song Ngao Nai Korea (Two Shadows in Korea). Rupanya Banjong memang tertantang untuk mengeksplorasi: Seberapa jauh seseorang dapat melakukan hal-hal diluar kebiasaanya di tempat yang asing? Dan pertanyaan itu tidak hanya ditujukan kepada May dan Darng, tapi juga Banjong. Juga saya ;)

How far can you go?

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles