KeMESRAan Cirebon

Kalau di pertengahan Desember lalu saya ikut grup kantor #TWjamesbon alias Think.Web jalan-jalan mesra ke Cirebon, maka kemarin, dalam rangka pergantian tahun 2015 ke 2016, saya dan teman-teman dekat jalan-jalan penuh keMESRAan ke… Cirebon juga.

Penuh kemesraan karena jam terbang kebersamaan kami banyak. Dan MESRA alias MEpet Sampe-sampe RA bisa gerak di kamar hotel, di dalam mobil sewaan dan di tempat-tempat makan yang kami kunjungi; maklum bersembilan.

Ide jalan-jalan akhir tahun ini datang tiba-tiba (kaya cinta, katanya) saat kami sedang update info terkait persiapan pernikahan salah dua personil tim keMESRAan ini pada suatu kafe. Langsung saja ide ini disepakati dan ditindaklanjuti dengan membeli tiket kereta Cirebon Express di gerai Alfamart di sebelah kafe. Hotel pun segera dipesan.

Tim keMESRAan kemudian mendapat satu tambahan anggota yang langsung diinagurasi sebagai adik bersama.

Kami tidak memiliki rencana perjalanan, bahkan sampai hari kami tiba di kota Empal Gentong. Ya, kecuali itu, sowan ke warung-warung empal gentong. Tiba di Stasiun Cirebon barulah kami menentukan ke mana arah kaki kami melangkah. Destinasi berikutnya secara konsisten kami tentukan dari lokasi kami berpijak.

Destinasi (atau lebih pantas disebut menu?) yang akhirnya kami kunjungi selama di Cirebon di antaranya:

Empal Gentong Putra Mang Darma

Keluar stasiun kereta kami langsung disambut warung empal gentong. Empal gentong di sini lebih enak bila dibandingkan dengan empal gentong H Apud yang saya cobain saat #TWjamesbon. Entah karena lapar atau karena memang lebih enak.

Empal Gentong Bu Darma

Sedikit lebih jauh dari Putra Mang Darma, ada Bu Darma yang juga menyajikan empal gentong. Soal rasa, ibu dan putra ini sebelas dua belas lah.

Keraton Kasepuhan Cirebon

CMIIW, ada tiga keraton di Cirebon yang terbuka untuk kunjungan umum. Keraton Kasepuhan ini salah satunya dan yang paling besar dari ketiganya.

Dengan luas total 25 hektar, area keratonan ini terbagi menjadi empat: area untuk duduk-duduk dan (pada masanya) menyaksikan pertunjukan, area museum, bangunan utama keraton yang masih digunakan sebagai tempat tinggal, dan area sumur. Sekitar satu jam kami berkeliling di sana bersama pemandu wisata yang menyenangkan — dari info yang disampaikan dan cara penyampaiannya. Saran saya sih sewa jasa tour guide supaya kunjungan ke keraton lebih dari sekadar foto-foto.

Nasi Lengko H. Barno

Selain empal gentong, kuliner yang juga khas di Cirebon adalah nasi lengko. Nasi lengko H. Barno ini sepertinya cukup terkenal jika dilihat dari antriannya.

Pada dasarnya nasi lengko adalah nasi dengan topping sayuran, tahu tempe, sambal kacang dan kecap. Tidak ada yang bisa diistimewakan dari sajian ini, kecuali sambal kacangnya. Dan side dish berupa sate kambing muda (dengan formasi daging-lemak-jeroan dalam satu tusuk) yang lembut, gurih, nikmat.

Kawasan Batik Trusmi

Daerah Trusmi terkenal akan hasil batik khas Cirebon bermotif Mega Mendung dan Pesisir. Lembar demi lembar kain batik Cirebon bisa kamu susuri dari area pertokoan di depan gerbang, sampai blusukan ke area rumah-rumah produksi batik.

Banyu Panas Gempol

Ini mungkin deatinasi yang paling menarik yang kami kunjungi karena terletak di dalam kawasan industri Indocement. Kolam pemandian air panas ini memang memanfaatkan sumber air panas dan belerang yang dimanfaatkan juga oleh perusahaan semen ini.

Saat berendam di sini kamu akan terus mendengar pengumuman dari pihak pengelola untuk memberi jeda pada tiap sesi berendam, untuk alasan kesehatan tentunya.

image

H. Moel Seafood

Restoran seafood ini dikunjungi karena sehari sebelumnya kebetulan kami lewati dan mendadak ngidam berjamaah; sayang waktu itu restoran sudah tutup.

Menu jagoan di sini adalah kepiting saus bangkok dan udang lady rose bakar. Selama makan di sana kami khusyuk menikmati sajian di piring masing-masing sambil sesekali terdengar suara “slurps” dan “aahhh”. Silakan bayangkan sendiri penampilan dan rasanya ya.

Nasi Jamblang Bu Nur

Tempat ini epic! Antrian mengular, pilihan menu melimpah, tempat duduk terbatas, dan ruangan yang panas. Kami bersembilan duduk MESRA Tapi semua bahagia begitu keluar dari warung ini. (Mungkin bahagia karena akhirnya ketemu angin.)

CSB Mall

“Jalan-jalan ke luar kota kok malah ke mal?” Mungkin pertanyaan pertanyaan ini lebih cocok muncul saat seseorang bercerita tentang jalan-jalannya ke Singapore. Buat kami, mal ini penyelamat kedua (setelah staf Hotel Smile yang amomodatif) saat kami berencana kelaparan tengah malam (dengan menu resto takeaway-nya), butuh dopping  kesehatan (dengan drug store-nya), dan idle time management (dengan coffee shop dan rooftop-nya).

Tiga hari dua malam rupanya lebih daripada cukup — berlebihan malah — untuk berwisata di Cirebon dan sekitarnya.

Jalan-jalan ke Cirebon
Jangan lupa makan empal gentong
Cukup sekian
Dan terima kasih

(Loh kok gak nyambung non?)
(Ya terserah saya dong!)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles