Kenapa Cetaphil Mahal?

Sejak menginjak usia 30 beberapa tahun lalu, saya jadi lebih perhatian pada isu kesehatan — perawatan tubuh dari rambut, wajah, sampai kaki; asupan makanan dan minuman; termasuk olahraga dan gaya hidup. Simply because I realise I’m not getting any younger.

Salah satu yang cukup delicate adalah urusan perawatan wajah; dari produk sabun, pelembab, minyak serum, masker, makeup, sampai vitamin untuk kesehatan kulit wajah. Perkaranya, produk perawatan wajah ini cocok-cocokan dengan kondisi kulit… dan kondisi dompet.

Ada beberapa merek produk perawatan wajah yang sudah saya cobain; beberapa cukup sekali coba, beberapa sampai repurchase. Namun saya masih terus mencari. Sampai akhirnya dua minggu lalu saya cobain Cetaphil Gentle Skin Cleanser, yang selama ini hanya bisa saya pandang-pandang dari rak drugstore sambil bertanya-tanya “Kenapa dia mahal sih?”

Rupanya produk pembersih non-sabun ini mengerti kebutuhan kulit wajah saya dan menerima saya apa adanya. FYI, kondisi kulit wajah saya normal-berminyak (cukup wajar untuk tipikal kulit Asia) dengan pori-pori yang cukup “menantang”. Ditambah saya gak suka sama perawatan yang ribet; kalau bisa selesai dalam satu-dua langkah, kenapa harus ribet dengan lima langkah.

Review-Cetaphil-Gentle-Skin-Cleanser-1

Pertama kali cobain Cetaphil Gentle Skin Cleanser, saya baru selesai olahraga malam. Sambil cooling down saya menyimak saran penggunaannya. Cetaphil ini cukup inovatif untuk urusan penggunaan, dengan opsi penggunaan basah, yaitu dengan dibilas air seperti sabun wajah pada umumnya, dan opsi penggunaan kering, yaitu mengaplikasikan cleanser langsung ke wajah dan membersihkannya dengan kapas atau tisu atau tisu basah (bayangkan penggunaan milk cleanser).

Biasanya setelah menggunakan sabun, kulit wajah terasa “kencang”, sehingga saya perlu lanjut menggunakan face lotion/milk untuk mengembalikan kekenyalan kulit wajah. Namun saat cobain Cetaphil Gentle Skin Cleanser, saya mendapatkan efek kulit kenyal bahkan tanpa face lotion/milk. Efek kulit kenyal sesudah penggunaan cleanser dari Cetaphil ini seperti sensasi baru melepas masker wajah; kulit seperti “terbuka”, segar, dan tidak kaku. Efek ini terasa sampai beberapa jam berikutnya — atau dalam kasus saya, sampai saya tertidur pulas.

Pada penggunaan kedua, keesokan paginya, saya menemukan hal baru dari cleanser ini: kelembapan wajah yang bertahan lebih lama dari sebelumnya. Biasanya selepas jam makan siang saya mulai merasa gelisah kalau-kalau wajah saya mulai jadi kilang minyak. Namun hari itu saya merasa damai bahkan sampai waktu kerja usai.

Review-Cetaphil-Gentle-Skin-Cleanser-2

Hampir dua minggu saya sudah menggunakan Cetaphil Gentle Skin Cleanser, dan saya masih menikmati sensasi kulit lembut setelah penggunaannya di pagi dan malam hari. Saya mulai memahami kenapa cleanser ini dibanderol cukup mahal, karena memang sebanding dengan hasilnya pada kulit — setidaknya kulit saya ya. Dan dengan tiap kali penggunaan hanya butuh tiga sampai lima tetes untuk membersihkan area wajah dan leher, saya perkirakan satu botol isi 125ml ini akan bertahan cukup lama.

Mungkin terlalu prematur, tapi… rasanya perjalanan saya mencari produk pembersih wajah yang cocok dengan kondisi kulit dan kebiasaan saya bisa berhenti di Cetaphil Gentle Skin Clenaser.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles