Kencan Pertama

Denting bel membuatku menoleh ke arah pintu. Pelanggan kafe ini datang lagi. Kali ini bersama teman prianya yang baru pertama kali kulihat.

“Mau pesan apa?”

“Aku pesan yang biasa ya. Lo pesan apa, Ka?” dia bertanya ke temannya.

“Green tea latte,” jawab temannya setelah menyusuri papan menu.

“Satu cappuccino dan satu green tea latte.” Lalu kami menyelesaikan transaksi.

Sambil menyiapkan pesanan, kulihat mereka mengarah ke sudut ruangan. Pojok favoritnya.

Kubawakan pesanan mereka, lengkap dengan cinnamon powder kesukaannya.

Malam ini wajahnya cerah. Senyum terlihat di bibir dan matanya. Tak perlu cenayang, barista sepertiku pun bisa melihat kalau dia tengah jatuh cinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *