KRONIK lahir pada suatu sore yang panas, sesaat sebelum hujan mengguyur deras bilangan Jakarta Selatan. kronik lahir tidak secara tiba-tiba, melainkan setelah proses inkubasi selama belasan tahun. Ya, selama itu saya memendam cita-cita menulis untuk suatu media. Cita-cita yang kian hari kian sulit diwujudkan lewat jalur “normal”. Maka saya memilih jalur “kurang normal” dan menciptakan media sendiri. Saya membaptis KRONIK┬ásebagai jurnal observasi independen.

Sesuai identitasnya, KRONIK akan berisi kumpulan catatan tentang suatu topik yang saya amati dalam kehidupan sehari-hari, dan saya publikasikan secara independen — sejauh ini tanpa jadwal pasti, tergantung suasana hati. Issue perdana masih saya buat sendiri, berikutnya belum pasti; semoga nanti ada yang menemani.

Terima kasih sudah menyempatkan membaca jurnal ini. Jika ada yang ingin kamu sampaikan tentang kronik, I’m prety sure you know how to reach me :)

KRONIK yang tersedia:

Maret 2016: Vol. 1 Issue 1