Last Supper

Kamu berubah.

Tidak lagi menyambutku dengan riang. Malahan bertanya sedang apa aku di sini.

Padahal aku hanya ingin makan malam bersamamu. Tak jauh-jauh. Di warung tenda dekat kantormu itu. Aku tahu kamu sibuk mengurus bisnismu.

Malam ini saja aku akan memaksamu keluar dari ruang kerjamu yang sejuk, memalingkan wajahmu sebentar dari laptopmu, menculik tanganmu dari smartphonemu.

Malam ini aku ingin kamu menggenggam tanganku, seperti dulu aku menggenggam tanganmu. Karena sepertinya hanya malam ini kesempatanmu kembali padaku.

“Brakkk!”

“Papa!!”

Sirene ambulan meraung di jalanan lengang.

Sekali lagi aku menghianati janji makan malam bersama papa.

Dan tak ada kata ‘besok, untuk menebusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles