Luka Lama

“Halo, aku Andra,” lengan kanannya terjulur ke arahku. “Aku Mira.”

Mataku bertumbuk pada bekas luka di pergelangan tangannya. Melintasi jalur nadi. Sudah lama kering, tapi meninggalkan jejak. Terlalu dalam, guratan itu timbul di permukaan.

Terkesiap, dia melepaskan genggaman lalu menyelipkan tangan ke saku denimnya. “Sudah lama kos di sini?” dan lamunanku buyar. “Baru sebulan. Kalau ada perlu, ketok pintu saja.”

Dia masuk ke kamarnya dengan tas dan bungkusan. Aku ke kamarku dengan bayangan bekas luka di tangan kanannya. Serupa dengan punyaku di tangan kiri. Melintasi jalur nadi. Sudah lama kering, tapi meninggalkan jejak. Terlalu dalam, kenangan itu timbul di permukaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *