Main Kata Main Hati

Termotivasi ajakan om-om kesayangan, Uga & Edo, akhir bulan lalu saya — ditemani rekan seperguruan, Fitri & Dewi –mampir ke Kebun Kata Bunga Matahari yang saat itu mengangkat tema The Act of Giting.

20130413-202644.jpg

Tiba di sana sore jelang malam, kami sudah ketinggalan sesi pembacaan puisi yang sudah dimulai dari siang. Selesai break magrib, acara dilanjutkan dengan penampilan beberapa musisi indie, sebelum lanjut dengan sesi pembacaan puisi berikutnya.

Dan saya melongo sejadi-jadinya menyimak kata demi kata dalam rangkaian puisi-puisi yang dibacakan malam itu. Kok bisa yah mereka bermain kata seperti itu?

Yang paling menarik adalah puisi berantai yang dibuat di tempat. Jadi, panitia mengedarkan kertas kosong; tiap orang diminta menuliskan sebuah kalimat bertema “giting”; kertas kemudian dilipat seukuran kalimat tersebut; kertas diteruskan ke orang lain; begitu seterusnya sampai semua yang hadir menyumbang kalimat. Hasil akhirnya bisa jadi terdengar sangat absurd. Tapi justru itu yang bikin puisi berantai menarik.

Apalah artinya bertamasya di Kebun Kata kalau tidak ikut permainannya? Maka dengan dukungan penuh tega dari om Uga dan om MC, saya ikutan maju ke belakang mikrofon.

20130413-210721.jpg

Ada beberapa buku kumpulan puisi yang disediakan; kebanyakan karya Chairil Anwar. Halaman demi halaman saya susuri, tapi belum ada puisi yang “klik” di hati. Sampai akhirnya saya teringat scribbling buatan seorang teman di blognya yang hidup segan mati tak mau. Sebuah tulisan berjudul Afeksi; kutipannya sebagai berikut:

… namun bila diizinkan bermain-main hati,
maka kami akan main hati-hati,
supaya tepat takarannya… *

Ternyata bermain-main hati bermain kata-kata dari hati itu menarik ya…

*credit goes to the scribbling owner, you know who you are :)

1 Thought.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *