Terpancing tweet Indohoy tentang driver & navigator pada road trip mereka ke Dieng, saya ingin mendedikasikan post kali ini untuk duet driver & navigator selama road trip ke Pangandaran yang lalu.

Pada road trip ini, seperi yang saya ceritakan sebelumnya di sini, yang bertindak sebagai driver & navigator secara bergantian adalah Adit & Hishom. Dan kerjasama selama perjalanan bolak-balik Jakarta – Pangandaran dengan waktu tempuh total 20-an jam sukses meningkatkan persentase kegantengan mereka! :D

Seru sekali melihat interaksi mereka di kokpit, pemirsa! Mulai dari ngulik fitur-fitur utama pada mobil sewaan, mereview kelebihan & kekurangan kendaraan ini (semacam mas-mas Top Gear), dan menjalin chemistry ala Batman & Alfred sambil menggilas aspal.

Sementara driver bertugas mengendalikan mobil supaya baik jalannya, navigator punya beberapa tugas sekaligus. Navigator bertindak sebagai co-driver yang ngasih ‘pandangan lain’ tentang kondisi fisik jalanan & kondisi kendaraan di jalanan di depan kita. Navigatorlah yang akan memdampingi driver untuk mencuri momentum overtaking — and they enjoy this very much! Navigator juga yang akan memastikan kita berada di jalur yang tepat, dengan bantuan GPS tentunya. To sooth their mood, navigator juga akan mendampingi perjalanan dengan playlist yang road trip-ish (tergantung ketersediaan pilihan lagu juga sih..). Dan, yang penting juga, navigator akan memastikan kebutuhan mengunyah & minum driver terpenuhi.

Perjalanan berangkat kami sempat dimeriahkan dengan momen hampir kecelakaan & tersasar. Waktu itu sudah dini hari, dan kami sedang melewati jalur berliku yang lumayan sepi. Adit & Hishom sedang menanti momen overtaking berikutnya, saat tiba-tiba sebuah mobil dari arah berlawanan mengambil lajur kami demi melewati sebuah truk. Beruntung skill Adit, yang saat itu mengemudi, terakreditasi AKAP alias berpengalaman di rute antar kota antar propinsi, mobil kami berhasil menghindar tanpa menimbulkan kerugian fisik. Mungkin sedikit kerugian psikis, karena sejak momen itu saya yang sudah mulai ngantuk jadi super segar O_O

Drama berikutnya adalah tersasar di antah berantah. Jadi.. Menurut GPS yang dipasang pada fitur map di iPad, kami sudah berada di rute yang tepat untuk shortcut ke Pangandaran. Kemudian iPad kehilangan sinyal telco dan kami dipaksa mengandalkan insting. Salah mengambil keputusan saat dihadapkan pada persimpangan, dan kami terlanjur masuk ke daerah yang somehow bikin perasaan gak enak. Lagi-lagi insting yang bicara, saat melewati pangkalan truk besar & tumpukan potongan pohon, kami kemudian memutuskan untuk berbalik arah. Benar saja. Setelah melawan arah yang salah, sinyal telco kembali dan menunjukkan kalau kami sudah menyimpang dari rute yang disarankan selama beberapa ratus meter. Fiuhh..

Perjalanan pulang punya dramanya sendiri, karena kami berpacu dengan waktu untuk mengembalikan mobil sewaan ke empunya tepat waktu. Beberapa kali Adit & Hishom melakukan manuver yang berpotensi bahaya, sehingga saya, Fitri & Ellie di baris tengah mobil sempat bergantian berseru panik ‘AWAS!’ (Girls, this is not how you assist your driver!) Maaf ya Adit & Hishom :’)

In the end, it’s not about where you go, but whom you go with. And if you happen to be with some cool drivers/navigators like Adit & Hishom, you know you’re on good hands.

2 thoughts on “Meet Adit & Hishom

  1. Aduh, terharu banget gue bacanya..
    Sebagai seorang yg membesarkan mereka, gue merasa berhasil. Loh?! Opo iki..?? :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *