Hari pertama di bulan baru, kamu memilihku menjadi pendampingmu. Membawaku di setiap langkah. Betapa senang hatiku.

Menjagamu, itu tujuan keberadaanku. Menjadi pelindungmu di dunia yang semakin tak tentu arah.

Banyak mata memandang kebersamaan kita. Yang turut berbahagia, dan yang menaruh prasangka. Tanganmu tetap menggenggamku. Aku bangga luar biasa.

Namun kamu selalu tergoda, melepaskanku setiap kali yang lain datang dalam rupa sempurna. Setiap kali pula aku terluka.

Semakin khawatir aku, saat wajahmu tak lagi berbinar melihat kita bersama di dalam cermin di hari itu.

Maka, izinkan aku melepaskanmu.

Mungkin bagimu, aku tak lebih dari sekadar sepotong kain persegi yang menutupi kepalamu.

2 thoughts on “Melepaskanmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *