Pagi benar dia bangun, membuka hari. Menyiapkan bekal untuk anaknya semata wayang. Tidak ada sarapan untuk suami — pria yang sudah lama meninggalkan kunci rumah.

Selesai menemani Kakak bersiap ke sekolah, dia bisa rehat sebentar. Sekadar memilih baju yang akan dipakai ke kantor hari ini.

Di kantor, masih ada dua ‘anak’ yang harus diasuh. Ya, dua anak besar yang membayarnya untuk membantu mereka menjalani perusahaan.

Sesekali dia memeriksa keadaan Kakak yang dititipkan ke rumah adiknya selepas jam pelajaran. Sesekali izin bekerja ‘remote’ kalau Kakak sedang merajuk.

Malam benar dia tidur, menutup hari. Setelah lama duduk di kegelapan. Memeluk diri. Menghapus sepi.

2 thoughts on “Menghapus Sepi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *