Menunggu

Sepasang manusia duduk merapat di lorong koridor dua terminal bus. Bus mereka telah lama berlalu. Tidak masalah. Bukan bus yang mereka tunggu.
Sepuluh tahun yang lalu mereka mereka terakhir bertemu. Setelah setahun lamanya berbagi waktu saling menunggu bus satu sama lain saat masih berseragam putih abu-abu.
Pertemuan diawali dengan menunggu bus bersama sepulang pekan olahraga antar sekolah di wilayah sana. Yang satu kapten tim voli sekolah tamu, yang lain seksi humas sekolah tuan rumah.
Pertemuan pun diakhiri dengan menunggu. Bukan bus, melainkan perasaan satu kepada. yang lain. Yang berakhir tak terucap.
Malam ini, sekali lagi, mereka saling menunggu. Entah apa.

Posted with WordPress for TwirasBerry.

1 Thought.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *