Berjuang Meraih Mimpi

meraih mimpi1

Dana (Gita Gutawa), terpaksa mengikuti tradisi patriarkis di kampungnya dan juga dominasi penguasa tuan tanah yang membebani keluarganya dan seluruh kampung dengan pajak tanah yang keterlaluan. Padahal sebenarnya tuan tanah Pairot, berniat mengusir warga demi membangun perhotelan dan kasino. Perjalanan Dana menjadi sangat unik ketika ia sadar bahwa hanya dengan memenangkan kompetisi beasiswa untuk melanjutakan sekolahnya, ia dapat berjuang melawan ketidakadilan ini.

Ditemani dengan binatang-binatang hutan dan Rai (Patton ‘Idola Cilik’) adiknya, Dana tidak hanya berhasil mendapatkan beasiswa, tetapi mereka juga menemukan rahasia tuan tanah akan identitasnya yang sebenarnya.

Meraih Mimpi adalah kisah anak perempuan dan keluarganya yang mencintai binatang dan lingkungan dan tak berhenti bermimpi dan berjuang.

Jenis Film : Animation/musical
Produser : Mike Wiluan
Produksi : Kalyana Shira Film
Pemain : Gita Gutawa, Patton ‘idola Cilik’, Uli Herdinansyah, Surya Saputra, Shanty, Cut Mini, Indra Bekti, Jajang C. Noer
Sutradara : Phil Mohamad Mitchell
Penulis : Philip Stamp, Nia Dinata

Sounding film animasi lokal ini memang luar biasa.  Tema positif  (judulnya saja sudah Meraih Mimpi – optimistis banget kan?!), sederet nama artis papan atas yang menjadi pengisi suara, dan keberadaan karakter hewan-hewan hutan yang menjanjikan hiburan ala Disney – semuanya memupuk ekspektasi tinggi pada penikmat film seperti saya.

Namun, benar kata orang: jangan terlalu berharap (nanti kecewa), Meraih Mimpi masih perlu berjuang untuk meraih impian penonton naif semacam saya.  Film ini secara keseluruhan baik , tetapi ada beberapa hal yang membuat saya berdecak “Nah loh, kok begini?!”.

Animasi 3D dan 2D yang ditampilkan baik, walaupun tidak sehalus sentuhan animasi besutan tanah Paman Sam – terlepas dari tangan siapa yang melakukan apa (menyadari bahwa ada anak bangsa Indonesia yang juga turut andil dalam film animasi impor seperti pada Ice Age 3 – cmiiw).   Ide cerita juga baik; sayang alur cerita terkesan buru-buru.

Momen “Nah loh, kok begini?!” yang saya maksud di atas:

  • adegan Dana dalam perjalanannya menuju gunung tempat makam leluhur desa mereka; Dana bertemu Lei – teman sekolahnya, anak pak guru, yang pada adegan sebelumnya digambarkan memendam rasa; Dana tanpa ba-bi-bu mencium pipi Lei sambil berkata semacam ‘Tenang saja Lei, aku akan baik-baik saja’ (cmiiw) >> So sweet.. tapi sepertinya adegan cium pipi ini tidak relevan; maksud saya, pesan apa yang coba disampaikan adegan ini?
  • karakter hewan-hewan hutan dengan beragam logat daerah Indonesia >> lucu memang.. tapi lagi-lagi apa relevansinya yah?

Namun, hey.. Meraih Mimpi bisa jadi awal realisasi pergerakan film animasi lokal ke pasar internasional, apalagi dengan versi Sing to the Dawn-nya.  Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *