Monster Kecil

Ada satu monster yang saya takuti. Dia tinggal di dalam sebuah rumah terpencil. Namun, belakangan dia sering menunjukkan dirinya di depan umum.

Saya takut pada monster itu. Setiap kali menunjukkan diri, dia menyerap energi saya; menjadikan dirinya bertambah besar, sementara saya kehilangan daya.

Saya tidak suka monster itu. Dia mengingatkan saya pada manusia yang tidak dapat saya percaya, manusia yang jangan-sampai-saya-seperti-dia.

Saya prihatin pada monster itu. Setiap kali menunjukkan diri, dia penuh histeria. Amarahnya memuncak. Ocehannya tak beraturan. Tubuhnya menghajar apapun di dekatnya. Lalu, setelah pelampiasannya tuntas, dia terkulai tak berdaya. Badannya mengempis, kembali menjadi monster kecil. Saat air yang hangat mulai meleleh dari matanya, dia bertanya: Mengapa aku begini?

Ada satu monster yang saya takuti. Dia tinggal di dalam sebuah rumah terpencil. Sebuah rumah yang sudah terlalu lama saya biarkan kosong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles