Musik di Perjalanan

thank you pexels.com!
thank you pexels.com!

Musik adalah salah satu sumber energi terbarukan pembangkit emosi tenaga kenangan.

Kenangan-kenangan yang menempel pada lagu-lagu tertentu bisa membangkitkan emosi untuk melakukan hal-hal tertentu. Saya gak lagi ngomongin lagu-lagu yang membangkitkan emosi suicidal, tapi tolong — demi kebaikan bersama — singkirkan benda tajam di sekitar kamu. SEKARANG JUGA.

Yang mau saya omongin justru lagu-lagu yang membangkitkan emosi jalan-jalan.

Buat saya, ada beberapa album (iya, saya anaknya gak suka pilihin lagu satu-satu, mending sekalian satu album) yang belakangan sukses menghembuskan kenangan perjalanan lalu, sekaligus membangkitkan hasrat bikin itinerary. Atau, ya setidaknya, bikin saya dreamy.

Lagu-lagu Kings of Convenience selalu membuat saya rindu road trip. Lagu-lagu dari semua album KoC jadi soundtrack perjalanan saya dan beberapa teman ke Pangandaran. Alunan sendu dari duet folk-pop menemani kami PP selama total 20 jam, menemani kami tersasar karena kehilangan sinyal GPS, bahkan menemani kami bermanuver menghindari kecelakaan. Kenangan yang menempel pada lagu-lagu KoC bukan hanya sebatas kenangan atas perjalanan, tetapi juga atas pertemanan yang pernah dekat. Tuh kan, jadi sendu lagi.

Lain halnya lagu Sweet Disposition-nya Temper Trap. Lagu yang pada masanya dibangga-banggakan secara semu oleh warga internet Indonesia atas fakta salah satu personil Temper Trap yang keturunan Indonesia (so what?) ini sempat menemani perjalanan berkereta dari Jakarta ke Surabaya dan dari Semarang ke Jakarta — perjalanan panjang pertama saya bersama dua travelmate kesayangan. Dan karenanya setiap mendengar lagu ini, yang saya bayangkan adalah duduk di bangku sebelah jendela kereta eksekutif sambil menikmati pemandangan yang lalu-lalang dengan cepat.

Namun yang istimewa mungkin album Ghost Stories-nya Coldplay. Saya cepat-cepat mengunduhnya begitu album tersedia di iTunes pada pertengahan tahun lalu, dan lekas-lekas menyimpanya di iPod. Rencananya saya ingin earworming lagu-lagu di album ini pada perjalanan dari Lombok sampai Rote di depan mata. Dan benar saja, lagu-lagu dari album paling galau versi Coldplay ini jadi teman… tidur saya sepanjang perjalanan. Maaf ya Chris dan kawan-kawan, tapi lagu-lagu kalian di album ini lebih cocok jadi lagu-lagu pengantar tidur. Saya ingat selalu menyetel album ini setiap akan tidur selama di perjalanan. Dan saya akan selalu tertidur setelah empat-lima lagu pertama. Sampai saya akhirnya tersadar “Kok gue gak pernah tau lagu-lagu berikutnya kaya apa ya?” Dan, bahkan sampai sekarang pun, kalau ngantuk tak kunjung datang, saya tau cara meninabobokan diri sendiri.

Kalau kamu, apa lagu kenangan jalan-jalanmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles