Napak Tilas

Kemarin kulihat awan membentuk wajahmu. Tapi itu terdengar seperti lagu sendu. Padahal maksudku tidak begitu.

Hari ini kulihat awan, pohon, aspal, taksi, kedai kopi, kertas tisu, sedotan, buku menu, sumpit, cawan transparan, batu es, tusuk sate, taplak meja, kursi plastik, buku, post it, gasing, kompas, pita cokelat, sandal jepit, ikat pinggang, kasir, meja concierge di mal, zebra cross.. semua seperti apa adanya. Tapi bayangan wajahmu melekat di tiap-tiap benda yang kusebut di atas.

Dan kini di hadapan batu nisan bertuliskan namamu aku mengucap syukur atas kegilaan yang pernah kualami bersamamu, walaupun sesaat.

Lalu aku tengadah. Dan kulihat awan membentuk wajahmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *