Bayangan Bocah di Cermin

Sebenarnya saya gak suka menjelaskan diri, tapi dengan mengatakan ini pun saya sudah menjelaskan diri. (Emangnya apa isi blog ini kalau bukan penjelasan diri?) Pada dasarnya saya adalah manusia berkebutuhan khusus. Saya butuh dimengerti tanpa saya harus menyatakan diri. Saya pikir mereka yang dekat dengan saya sudah tau tentang saya, tanpa saya harus mengucap kalimat […]

Continue reading →

Sepotong Kue Manis

Lagi-lagi saya lupa kalau tiap orang bertanggung jawab atas perasaannya sendiri. Termasuk rasa ingin menikmati sepotong kue manis di sore hari. Mungkin cokelat, mungkin keju, mungkin green tea. Yang sebenarnya bisa dicari tanpa perlu ada yang menemani. Paling-paling yang pegal hanya kaki sendiri. Tentu akan lebih menyenangkan kalau ada yang sejalan. Apalagi sambil hahahihi atau […]

Continue reading →

Happiness

“If you’re happy and you know it, clap your hands (clap clap)” Well, I’m not clapping. Not in these days. Apakah itu artinya saya sedang tidak bahagia? Atau saya tidak tau kalau saya sedang bahagia? Jangan-jangan saya tidak sempat bahagia? Tapi infografik ini bilang tidak demikian. Saya tidak ingin terjebak pada quotes-quotes tentang happiness, tapi […]

Continue reading →

Call Me, Maybe

Suatu ketika saya berada di wilayah dengan jangkauan jaringan operator selular terbatas sehingga tidak memungkinkan saya untuk mengakses aplikasi berbasis internet seperti messenger dan social media. Sementara telepon dan SMS berfungsi baik sebagaimana mestinya. Rupanya ada orang-orang yang menanyakan kabar saya, sayangnya, via social media. “Ayolah, kalo lo beneran pingin tau kabar gue, lo kan […]

Continue reading →

Not So Digital

Tadi siang posting gambar ini di Path, sambil bilang: why go digital, when you can stay physical. Lalu ada teman yang komentar: why go digital? because you work in a digital agency. The other day, sempat berbalas tweet sama teman perkara digital thingy juga. Menurut dia, kita sibuk mengejar kekinian teknologi dan social media. Menurut […]

Continue reading →

Cerita Dari Anak-anak Sinabung

Awalnya Tegar bercerita tentang ingin berbuat sesuatu terhadap korban bencana erupsi Gunung Sinabung, khususnya terhadap anak-anak di sana. Dia lantas datang dengan sebuah ide, dan meminta bantuan saya dan Lele membuat copytext (dan Acha membuat desain grafis) untuk poster ini: Dalam beberapa hari kami mengumpulkan banyak buku cerita, komik, mainan dan uang tunai. Kemudian pak bos mengusulkan menantang kami […]

Continue reading →

What Would You Do?

Poster ini terpajang di area yang sebelumnya berfungsi sebagai ruang meeting, tapi kemudian ditukar guling menjadi ruang rekreasi di kantor. Jadi mikir. Pertanyaan ini mencoba mengingatkan kita saya akan hal-hal yang saya takuti atau khawatirkan sehingga menghalangi saya untuk melakukan hal-hal yang mungkin lebih besar dari ketakutan atau kekhawatiran itu sendiri. Atau, dibalik. Pertanyaan ini mencoba mengingatkan […]

Continue reading →

Top 10 Playlist

Beberapa waktu yang lalu saya sempat diminta Radio Tanpa Nama untuk share Top 10 Playlist versi saya. Berikut lagu-lagu pilihan saya. Enjoy! #Top10Playlist @twiras from radiotanpanama on 8tracks Radio.

Continue reading →

Bocah ini masih gelisah

Lelah berada entah di mana Pada ruang tanpa nama Dengan mainan entah punya siapa Menyusun puzzle entah jadi apa Tertunduk di bawah telunjuk Di dekat vas yang remuk Bertanya: Apa salah saya Kalau vas jatuh dari tempatnya? Meninggalkan jejak jemari Pada pakaian bocah lelaki Berharap sebagian dari diri Menemani ke manapun dia pergi Karena di […]

Continue reading →

Rayakan Hari Ini

Untuk hal-hal kecil dan hal besar yang  kita alami Untuk pertanyaan-pertanyan yang terjawab dan yang tidak Untuk ide yang dapat diwujudkan dan yang (terpaksa) disimpan kembali Untuk getar perasaan yang disampaikan dan dibungkam Untuk setiap senyum, tawa, air mata Untuk letupan amarah dan penyesalan sesudahnya Untuk setiap kekhawatiran, kecemasan Untuk pengetahuan, keingintahuan, ketidaktahuan Untuk keresahan, […]

Continue reading →