Pulang

Yang kulihat dari jendela hanya lapangan dan bangunan panjang dengan pintu-pintu besar. Tapi pemandangan ini cukup memberiku harapan.

Aku masih ingat kunjungan kakak-kakak dari sebuah gereja di aula seberang tiga bulan yang lalu. Demikianlah tinggal ketiga hal ini: iman, pengharapan dan kasih — kata mereka waktu itu. Sejak hari itu aku mengenal harapan.

Aku berharap Ibu masih ada saat aku pulang. Aku akan menjaganya dengan baik. Tak akan ada lagi yang bisa menyakitinya saat aku bersamanya. Mereka tidak mungkin lupa apa yang pernah kulakukan saat terakhir kali Bapak menghajar Ibu.

“Ngapain kamu? Tidur sana!” tegur petugas lapas yang berdinas malam ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *