Ruang Tunggu

Kuamati orang-orang di ruang tunggu ini.

Ada yang asyik ngobrol dengan temannya, sesama penghuni ruang ini. Ada yang terlihat gelisah, tak bisa diam, bertopang kaki kiri, lalu pindah kaki kanan. Ada yang sibuk sendiri; membaca buku, bermain dengan tablet PC, mengetik rentetan kata dengan handphone. Ada yang mematut dirinya di depan cermin mungil, bermain dengan bedak, lipstik dan sisir.

Aku cukup puas melihat tingkah laku mereka. Ini lebih menyenangkan daripada ngobrol, bertopang kaki, buku, gadget atau cermin. Dan lebih menyenangkan melihat ekspresi mereka saat nama mereka disebut.

“Panggilan kepada…”

Giliranku. Dan kulihat mereka terhenti sejenak dari aktivitas masing-masing.

Wajahku pucat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles