Rumah di seberang baru saja terjual. Padahal kalau aku punya cukup uang, sudah kubeli tunai.

“Mimpi!” seloroh kakakku saat kuceritakan tentang rumah di seberang itu. “Lulus kuliah aja belum, mau sok beli rumah. Tunai pula!”

“Aaah.. Kakak gak ngerti!”

Rumah di seberang telah jadi rumah impianku sejak lulus SD.

Dulu sahabatku tinggal di sana. Bisa dibilang, aku menghabiskan waktu diluar jam sekolah dan diluar jam tidurku di sana.

Sampai suatu hari api melahap rumah itu sampai ke isi-isinya. Termasuk sahabatku yang sedang terlelap.

Tinggal di rumah di seberang bisa jadi satu-satunya cara supaya aku dapat bertemu kembali dengan sahabatku tersayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *