Sampai Kapanpun

Saya selalu suka band dengan vokalis perempuan. Tapi kalau band dengan semua anggota perempuan, belum tau deh.. Sampai suatu hari saya dipinjamkan CD Until Whenever dari Clover.

20130414-153559.jpg

Kemasan album yang unik. Nama band yang asing. Musik dan lirik yang menarik.

Pada sesi dengar pertama, saya langsung membandingkan dengan Mocca, yang identik dengan lirik berbahasa Inggris dan musik pop yang playful (dan, ya, dengan referensi musik saya yang terbatas).

Alunan nada dan permainan kata lagu-lagu berikut seperti membawa saya ke masa muda masa lugu, saat cinta-cintaan masih sederhana, tanpa ekspektasi berlebih #kemudiancurcol

…looking out my window everyday
having the same conversation
don’t you know that I just wanted to talk to you…
~Our Little Secret

…I will hope and I will pray
for you to not just pass me by
I’ll wait until one day…
~Until Whenever

…she’s in love, in lot of love
she’s in love, in lot of love
she’s in love, in lot of love
when she’s with you she’s so in love…
~Loveshine

Selain lagu tentang cinta-cintaan, baik yang lugas maupun yang diselubungi metafora ice cream sundae atau Hersey’s kisses, ada juga lagu yang cukup random berjudul Chapsa, yang bercerita tentang… ya tentang permainan chapsa itu.

Pada beberapa lagu, Clover berkolaborasi dengan vokalis pria dari band lainnya — Lull, Sweaters, thedyingsirens dan The Safari. (Siapa mereka? Silahkan cari tau sendiri. Kan sudah saya bilang, referensi musik saya terbatas.) Kolaborasi ini membuat lagu-lagu tersebut terdengar lebih “manis”; gak bosen dengan vokal dan beking vokal perempuan melulu, gituh.

Dan album ini tersedia di iTunes loh.. Silahkan download di sini.

4 Thoughts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *