Satu Nama

Entah apa yang dia minum tadi malam. Sampai sekarang di atas kasur dia belum berhenti meracau, bahkan setelah memuntahkan isi lambung berkali-kali.

Sementara dia hanya bisa memeluknya. Berusaha menenangkannya dari kekalutan. Sesekali dia mengelap keringat dingin yang membasahi wajah dan tubuhnya.

Lagi-lagi dia menggumamkan nama itu. Dia tak pernah tahu kalau nama itu selalu disebut dalam rintih yang seolah memelas “Jangan pergi.”

Lagi-lagi dia mendengarnya menggumamkan nama itu. Dia tahu kalau nama itu selalu disebutnya dalam rintih yang seolah memelas “Jangan pergi.” Tapi perempuan ini tidak tahu mengapa lelaki yang kini di pelukannya selalu menyebut nama lelaki yang ditinggalkannya dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *