Sesama Fans Dilarang Saling Menghalangi

Sebenarnya cuma mau bilang itu kok ke 4 mbak-mbak yang mangkal gak strategis di pojokan section Y2 di hall SICC pada konser Katy Perry, Kamis 19 Januari lalu. Tapi praktinya gak segampang itu.

Waktu saya, Sessi, Anin & Mega masuk ke area konser, opening act oleh DJ Skeet Skeet sudah dimulai. Sekitar jam 21:00, DJ merampungkan aksinya dan lampu hall kembali dinyalakan. Dan terlihatlah 4 mbak-mbak berdiri di pojokan, di tikungan antara tangga & lorong, yang seharusnya jadi ‘pangkalan’ para petugas crowd control.

Pelan-pelan terdengar protes dari audience yang duduk di barisan di atas kami. Waktu itu saya & teman-teman kebagian di baris ke-2 dari bawah. Mereka protes karena kehadiran 4 mbak-mbak itu mengganggu pandangan mereka ke paggung. Dan Katy Perry bisa kapanpun muncul di panggung!

“Gak bener nih!” kata Tere si penegak kebenaran pembela kebetulan. Jadilah saya ikut-ikutan protes ke 4 mbak-mbak itu. Sebenarnya pandangan ke arah panggung dari bangku saya baik-baik saja. Tapi saya terganggu dengan prilaku ke-4 mbak-mbak ini yang tidak menghargai fans lainnya dengan menghalangi mereka. Plus, mereka tidak menghargai kerja para petugas crowd control yang ternyata sudah berkali-kali menegur mereka. Makin panaslah hati Tere si penegak kebenaran pembela kebetulan.

Banyak kata & kalimat dilontarkan untuk ke-4 mbak-mbak itu, tapi mereka tidak terlihat peduli. Teguran halus. Cacian. Saya sampai turun ke arah mereka, berdiri di samping mereka, mengambil foto mereka dengan kamera poket (yang sebetulnya pada saat itu sudah ‘memory full’) & handphone. They just can’t be moved.

Sessi, si kakak sayang adik, sampai terlihat gak santai saat menegur mereka. ‘Heh! Kamu jangan ketawa-ketawa ya! Sadar gak sih semua pada protes ke kamu?!’ (Note : Gak setiap hari bisa lihat Sessi gak santai kaya begini.)

Singkat cerita..

Tiga dari 4 mbak-mbak itu akhirnya menyerah dan meninggalkan section Y2. Entah kemana. Sementara satunya, si pirang berbaju fishnet, ‘keukeuh’ berada di area Y2, mengambil posisi duduk di ujung tangga.

Tak lama lampu hall kembali redup. Lampu sorot kembali beraksi. Tirai di atas panggung terangkat. Katycats dan tidak-terlalu-Katycats-seperti-saya berteriak menyambut the California girl. And we didn’t give a sh*t to the blondie with fishnet.

Buat Tere si penegak kebenaran pembela kebetulan, kebenaran telah ditegakkan dalam sebuah pembelaan yang kebetulan.

Salam,
#terejahat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles