Tentang Bernyanyi

Ada masanya saya ingin bernyanyi. Sekuat hati. Ya, sekuat hati. Bukan sekuat suara.

Masa seperti itu datang malam ini. Di balkon kantor. Masih berteduh dari hujan yang belum lelah membasahi bumi. Bersama beberapa rekan kerja yang sibuk mengepulkan asap bernikotin. Dengan playlist acak seadanya mengalun dari speaker tablet.

Satu lagu.

Dua lagu.

Tiga lagu berlalu. Belum juga saya berjodoh dengan lagu yang mengimbangi kekuatan hati. Tapi saya tidak ingin mengintip playlist dan memilih lagu sendiri. Saya ingin dipertemukan dengan lagu itu tanpa sengaja. Saya menyimpan lagu-lagu pilihan di tablet saja rasanya sudah cukup menjadi filter.

Oke. Saya mulai kehilangan sabar. Next song, please.

Next song, please.

Next song, please.

Duh! Hujan bukannya reda, malah turun lebih deras.

Next song, please.

Next song, please.

You know what. This is all ridiculous.

Let’s call it a day. And sing another day.

1 Thought.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *