Still Dancing

are we human or are we dancers?

Biasanya, jelang pergantian umur atau pergantian tahun saya bakal repot-repot bikin daftar evaluasi dan resolusi. Mulai menyalahkan diri atas ‘keberhasilan yang tertunda’ selama setahun kemarin, dan menguatkan diri untuk memperbaiki diri setahun kedepan. Biasanya, resolusi saya berakhir sebagai wacana — no action resolution only — dan ‘terpaksa’ didaftarkan ulang ke tahun berikutnya.

Tahun ini (sejauh ini) cukup luar biasa buat saya. Bukan tanpa evaluasi dan resolusi sih — I just can’t help it — tapi paling gak ada hal-hal yang saya biarkan terjadi apa adanya tanpa perlu membebani diri dengan perencanaan setengah matang (atau bahkan well done) lengkap dengan bumbu alternatif, maupun evaluasi lengkap dengan analisis ‘mengapa begini mengapa begitu’. Bisa jadi ini tahun terjun bebas (semoga frase ini tidak berlebihan) untuk ukuran banci atur macam saya.

So, here’s a few of significant things this year:

Nekad Travelers: jalan-jalan ke 6 kota dalam 9 hari bareng partners in escape Ellie dan Fitri. Rute Jakarta-Surabaya-Bromo-Malang-Solo-Yogyakarta-Semarang-Jakarta jadi jarak tempuh terjauh selama setahun ini. Puas rasanya, walaupun banyak hal yang belum sempat saya alami selama perjalanan panjang itu.

Here comes the bride: bukan. Saya belum menikah. Not just yet. Seorang sahabat dari jaman SMU menikah dan meminta saya jadi seksi repot-nya. It was an honour. Saya yang gak ngerti apa-apa soal persiapan pernikahan jadi dapat praktek kerja lapangan wedding organizer. Paling gak, sekarang saya jadi ngerti gimana menyiapkan pernikahan dengan tata cara tradisi keturunan Cina dan agama Katolik. Ada yang berminat?

Jumper: memberanikan diri resign dari agency lama — setelah 1 tahun 3 bulan menikmati gaji lumayan, bahkan sebelum ada opsi kerja di tempat lain. Dan menikmati masa bulan pertama nganggur. Kemudian mati gaya di bulan berikutnya. Lalu ‘numpang’ ngantor di agency lain selama 1 bulan, sebelum akhirnya loncat lagi ke agency saat ini yang saya sebut sebagai sekolah digital. Big question is: akankah saya loncat lagi?

Good budgeting gone wild: seiring dengan pilihan berkarya di tempat baru, terjadi penyesuaian pada angka yang naik cetak di rekening bulanan. Umumnya penyesuaian berupa peningkatan, tapi saya kan gak selalu ambil bagian dalam mainstream. Belum lagi masa black period selama 2 bulan. Jadilah saya pinter pinter bodoh mengendalikan keuangan pribadi supaya baik jalannya. Hasilnya.. ya lumayan. Lumayan prihatin.

Selain milestone di atas, denyut kehidupan saya — di umur yang makin banyak ini — masih bergerak dalam irama poco-poco: maju dua langkah, mundur satu langkah. O well.. at least I know I’m still dancing.

Posted with WordPress for TwirasBerry.

2 Thoughts.

  1. hihi..

    To answer for your question in jumper, maybe you must read my latest post ;)
    hihihi.. maybe you find your answer..

    (hahaha…gak’lah, gue cuma numpang naruh link doang kok..hahahaha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *