Pagut dan Selusup

Saya sedang menyusun satu artikel untuk keperluan pekerjaan ditemani playlist penyemangat ini, saat tiba-tiba saya terbawa arus emosi dari salah satu lagu lawas milik Padi.

Begini liriknya menurut catatan Kapanlagi:

Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
Seiring jejak kakiku bergetar
Aku tlah terpaku oleh cintamu
Menelusup hariku dengan harapan
Namun kau masih terdiam membisu

Sepenuhnya aku…ingin memelukmu
Mendekap penuh harapan…tuk mencintaimu
Setulusnya aku…akan terus menunggu
Menanti sebuah jawaban tuk memilikimu

Betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
Semoga kau tau isi hatiku…
Dan seiring waktu yang terus berputar
Aku masih terhanyut dalam mimpiku

Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu

Ada dua kata yang sengaja saya garis bawahi, karena ingin saya bahas khusus di pos ini.

Sebagai Sobat Padi (yang harus merelakan kaset-kaset album mereka rusak dilahap banjir) saya selalu kagum dengan pilihan kata dan kalimat dalam lirik-lirik lagu mereka, termasuk dalam lagu Menanti Sebuah Jawaban ini. Puitis dan mudah dicerna.

Saat saya dengarkan baik-baik kali ini, ada kesalahan pencatatan lirik versi Kapanlagi. Yang tertulis “Aku tlah terpaku oleh cintamu”; sementara seharusnya “Aku tlah terpagut oleh cintamu”. Kesalahan penulisan yang wajar, saya pikir. Kata “terpaku” lebih umum dikenal orang daripada “terpagut”. Padahal makna kata dasar “pagut” itu sendiri sangat kuat; kata itu telah memagut saya.

memagut

pagut 1 » me.ma.gut
v mematuk; mencatuk; menggigit (tentang ular)
pagut 2 » me.ma.gut
v Mk memeluk: tiba-tiba ada orang yang ~nya dari belakang

*Mk: kata serapan dari bahasa Minangkabau

Kata “terpagut” tidak ada di KBBI, tapi untuk sementara saya asumsikan kata ini sebagai kesalahpahaman bentuk kata kerja pasif intransitif dari “memagut”. Seharusnya tidak ada bentuk pasif intransitif dari kata “memagut”, karena seharusnya ada objek yang terlibat di dalam kata kerja ini. CMIIW.

Sekarang mari coba kita baca ulang kalimat lirik tersebut:

Aku telah terpagut oleh cintamu

Ada kekuatan makna yang lebih pada kalimat ini dibandingkan dengan kalimat “Aku telah terpaku oleh cintamu”. Kalau “terpaku” hanya membuat si aku diam berdiri di tempat, “terpagut” memberi kesan si aku tertambat pada sesuatu yang datang tiba-tiba.

Lalu pada kata kedua yang saya garis bawahi:

Menelusup hariku dengan harapan

Saya hampir yakin yang dimaksud penulis lirik ini adalah “menyelusup”.

menyelusup

selusup » me.nye.lu.sup
v masuk dengan sembunyi-sembunyi; menyusup: pencuri itu ~ ke dalam belukar
v menyelundup: ~ ke daerah yang dikuasai musuh

Lagi-lagi pilihan kata yang kuat. Lebih dari sekadar “menyelinap”, kata “menyelusup” seolah menegaskan adanya ketidakjelasan di area yang diselusupi.

Dengan dua kata ini–pagut dan selusup–saya memaknai lagu Menanti Sebuah Jawaban dengan pemahaman baru, dengan kedalaman makna baru, dan tentunya dengan kebaperan baru.

Related articles