Tentang Bermain, Berbagi, Belajar

Sabtu (27/9)  malam suasana dbar Plaza Pondok Indah II terdengar riuh rendah, berganti dari alunan musik satu ke alunan musik yang lain. Rupanya Xabi Music Studio tengah mengadakan KINDERGARDEN Level IV. Gig rutin ini sebelumnya selalu mengambil lokasi di studio milik mereka. Maka tidak berlebihan jika dikatakan gig kali ini cukup istimewa. Para musisi yang tampil pada malam itu adalah Atillion, thedyingsirens, Gabriel Mayo, Circarama dan Sandman.

Dua nama yang akan saya ceritakan kali ini adalah thedyingsirens dan Gabriel Mayo.

thedyingsirens malam itu tampil beda. Proyek musik kolaborasi yang biasanya tampil full band, pada malam itu tampil dalam formasi duo “kebapakan” Pugar Restu Julian dan Dhendy Mawardi — maklum keduanya sudah bapak-bapak. Deretan lagu-lagu ciptaan thedyingsirens seperti Our Times Our Feelings, The Rain Song dan Never Was You dibawakan dalam versi akustik. Bahkan lagu Vapour Trail (Ride cover version), yang biasanya dibawakan dalam tempo cepat dan menghentak, pada malam itu dibawakan lebih halus dan menyayat perasaan pendengar. Formasi duo kebapakan memang memberi warna tersendiri, tetapi tetap pada konsep kolaboratif yang thedyingsirens usung.

Ruang dbar semakin padat saat Gabriel Mayo mengambil alih area panggung. Singer-songwriter ini tampil percaya diri ditemani gitarnya, membawakan deretan lagu ciptaan sendiri, di antaranya I’m the Rain, Another Day, dan And Why. Seperti di gig-gig sebelumnya, Mayo juga membawakan single pertamanya, You and Me (yang turut menjadi original soundtrack film lokal Hijabers in Love) dan I Think of You (Rodriguez cover version) dengan penuh penghayatan. Seolah belum puas menikmati alunan melodi dreamy khas Mayo, penonton pun menuntut encore yang tentunya disanggupi pria yang juga tergabung sebagai drummer dalam Vox dan thedyingsirens.

Gig yang mengusung musik lokal seperti KINDERGARDEN Level IV ini turut berkontribusi memperkenalkan musisi indie pada industri yang semakin penuh sesak dengan produk-produk impor. Gig seperti ini mengajak para musisi indie untuk bermain, berbagi dan belajar dari satu sama lain. Salut untuk Xabi Music Studio!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles