Tentang Bertamu

Saya kesal. Dengan cara orang Indonesia pada umumnya bertamu. Mereka sekonyong-konyong datang tanpa pemberitahuan, berharap tuan rumah siap menerima mereka.

Siapa sih yang ngajarin cara bertamu begitu? Emang gak bisa telepon atau SMS dulu, ngabarin kalau mau datang. Supaya kami, si tuan rumah, dapat bersiap menerima kalian.

Bukankah tiap rumah punya kondisi sendiri, yang perlu disesuaikan dengan situasi berjudul “menerima tamu”? Kondisi rumah saya: dua ekor anjing; yang satu sudah tua, rabun dan gerakannya lambat, yang lain masih muda, liar dan berbahaya. Keduanya terkenal sebagai anjing galak.

Saya minta maaf sebelumnya kalau kami, si tuan rumah, kurang pintar melatih anjing-anjing kami menjadi ramah terhadap orang asing (dengan catatan, siapapun di luar anggota keluarga ini dianggap orang asing). Tapi kalian sudah tau kan kalau anjing-anjing kami galak? Kenapa masih sembarang nyelonong bertamu?

Setidaknya kalau ngabarin dulu, kami bisa bersiap; menggiring mereka ke kamar, atau sekadar mengalungkan tali kekang. Kalau kalian sudah kepalang di depan pagar, kan mereka keburu heboh menggonggong; energi mereka kepalang penuh, dan kami kesulitan membatasi ruang gerak mereka sambil meladeni kalian.

Terlebih buat saya, kalian mengompromi “wilayah” saya. Emangnya saya selalu mau menerima tamu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles